Annisa Balqis Kusuma Putri
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Kolaborasi Pentahelix Dalam Mengatasi Krisis Limbah Domestik Di Karawang Widianti Surdia; Annisa Balqis Kusuma Putri; Salsabila Putri Khairunnisa; Ami Sutisna
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v11i1.13676

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan limbah domestik di Kabupaten Karawang merupakan isu lingkungan krusial yang dipicu oleh timbulan sampah harian sebesar 1.066,97 ton, namun belum diimbangi dengan infrastruktur pengelolaan yang memadai. Terdapat kesenjangan signifikan antara regulasi pemerintah daerah dan realitas operasional di lapangan, sehingga diperlukan model pengelolaan yang lebih integratif dan sistematis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi serta dinamika sinergi lima unsur dalam pendekatan Pentahelix yang meliputi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media dalam upaya pengelolaan limbah domestik secara kolaboratif di Kabupaten Karawang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus di dua wilayah padat penduduk, yakni Kecamatan Klari dan Karawang Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipatif, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil: Kelima unsur Pentahelix telah menjalankan peran masing-masing secara mandiri, namun interaksi lintas sektor masih bersifat parsial dan belum terintegrasi. Pemerintah memiliki kebijakan regulatif yang kuat namun minim edukasi di tingkat hulu, akademisi terkendala fasilitasi institusional dalam hilirisasi riset, masyarakat dan pelaku usaha mengalami keterbatasan akses informasi teknologi pengelolaan, serta media yang masih cenderung reaktif dalam menyuarakan isu lingkungan. Simpulan: Sinergi antar unsur Pentahelix dalam pengelolaan limbah domestik di Kabupaten Karawang belum berjalan secara optimal karena kolaborasi yang terbentuk masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara sistematis. Implikasi: Diperlukan pembentukan forum komunikasi lintas sektor yang terstruktur dan penguatan infrastruktur informasi digital untuk menjembatani sinergi antar pemangku kepentingan guna mewujudkan tata kelola limbah yang berkelanjutan melalui sinkronisasi peran yang lebih terpadu.