Penggunaan model kontrasepsi pada pasangan usia subur (PUS) merupakan salah satu upaya penting dalam pengendalian kelahiran dan peningkatan kesehatan reproduksi. Pemilihan model kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai faktor dan cenderung berbeda di setiap wilayah. Riset ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pasangan usia subur serta distribusi penggunaan metode kontrasepsi di Posyandu Melati 3, Kampung Paratag RT 03/RW 03, Desa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat berdasarkan usia, paritas, jenis kontrasepsi yang digunakan, lama penggunaan kontrasepsi, dan sumber informasi yang diperoleh responden. Waktu pelaksanaan riset dilakukan pada tanggal 7 November 2025.Riset ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 27 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil riset menunjukkan bahwa proporsi terbesar responden berada pada usia 20–35 tahun (66,7%) dan merupakan multipara (55,6%). Penggunaan model kontrasepsi didominasi oleh suntik (51,9%). Lama penggunaan kontrasepsi proporsi terbesar ≥1 tahun (66,7%), dan sumber informasi utama berasal dari tenaga kesehatan (55,6%). Kesimpulan riset ini menunjukkan bahwa penggunaan model kontrasepsi pada pasangan usia subur masih didominasi oleh model hormonal dan non MKJP yang cenderung dipilih karena kepraktisannya. Diperlukan peningkatan edukasi dan konseling mengenai model kontrasepsi jangka panjang untuk meningkatkan efektivitas program keluarga berencana.