Anita Ninasari
Universitas Khairun Ternate, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Application of Soil Analysis-Based Fertilization Technology to Improve Farmers’ Productivity and Income: A Quantitative Approach in Tongowai Village, Tidore, North Maluku Anita Ninasari; Kuad Suwarno; Suleyman Suleyman; Tuti Handayani Arifin; M. Darmawan
Abdibaraya Vol 5 No 01 (2026): Abdibaraya
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/abdibaraya.v5i01.2363

Abstract

The agricultural sector is strategic for food security and regional economic development, yet productivity in many Indonesian regions is hindered by fertilization practices that do not reflect actual soil fertility. Many farmers still apply conventional, experience-based fertilization without considering crop nutrient requirements or local soil characteristics, leading to inefficient fertilizer use and reduced land productivity. This community service program aimed to improve farmers’ knowledge and capacity to implement soil analysis–based fertilization technology to increase crop productivity and farm income. The program was implemented in Tongowai Village, Tidore, North Maluku, through extension activities, technical training, field demonstrations, follow-up assistance, and introduction of soil fertility analysis as the basis for precise fertilizer recommendations. Pre–post intervention evaluation showed quantitative improvements: average farmer knowledge scores rose from 48.2 to 79.5 (an increase of 65%); average chemical fertilizer use per hectare decreased from 420 kg to 330 kg (a 21.4% reduction); and maize yield on demonstration plots increased from 3.2 t/ha to 4.1 t/ha (a 28.1% increase). Fertilizer-use efficiency (yield per kg of fertilizer) improved from 7.6 kg/kg to 12.4 kg/kg. Short-term economic impact was observed as a mean farmer income increase of 18% for participating groups in one cropping season. These results indicate that soil analysis–based fertilization can enhance farmer knowledge, reduce inefficient fertilizer inputs, and improve productivity and income in the short term. Long-term environmental and socioeconomic impacts require continued monitoring and larger-scale effectiveness studies
Membangun Etika Digital Siswa MI/SD: Sinergi Pendidikan Karakter dan Literasi Teknologi Pada Pendidikan Dasar Tri Nathalia Palupi; Anita Ninasari; Joned Ceilendra Saksana; Muchammad Sholeh; Euis Fajriyah
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 3 No. 3 (2026): September
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v3i3.2301

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberi siswa Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) akses luas terhadap informasi, komunikasi, pembelajaran, dan ruang kreativitas. Namun, kecakapan mengoperasikan gawai belum selalu diimbangi oleh kemampuan menilai dampak tindakan di ruang digital. Kajian ini bertujuan menganalisis permasalahan etika digital pada siswa pendidikan dasar, menjelaskan sinergi pendidikan karakter dan literasi teknologi, serta merumuskan strategi penerapannya di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematis (systematic literature review) yang mengacu pada panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, ResearchGate, dan ERIC untuk artikel terindeks rentang tahun 2018–2026 menggunakan kata kunci “etika digital”, “literasi digital SD/MI”, “pendidikan karakter anak usia sekolah dasar”, dan “kewargaan digital”. Dari 115 artikel awal yang ditemukan, sebanyak 22 artikel berkualitas tinggi memenuhi kriteria inklusi dan diestraksi ke dalam matriks analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika digital pada anak SD/MI terbentuk melalui keterpaduan nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati, kesantunan, dan pengendalian diri yang diintegrasikan dengan kompetensi mengevaluasi informasi dasar, menjaga privasi, memahami jejak digital, berkomunikasi secara etis, dan menghasilkan konten positif. Pembentukannya memerlukan pembelajaran berbasis kasus kontekstual anak, pembiasaan, keteladanan, aturan kelas yang mendidik, serta sinergi erat antara sekolah dasar, keluarga, dan komunitas. Implikasi praktis kajian ini memberikan panduan konseptual bagi pendidik SD/MI dalam merancang kurikulum kewargaan digital berbasis karakter.