Penelitian ini berangkat dari problematika laten berupa rendahnya capaian hasil belajar matematika siswa kelas II SDN 202/II Simpang Tebat, Kabupaten Bungo, yang terefleksi dari rerata nilai ulangan harian mencapai 50, belum menyentuh ambang Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sekolah yang ditetapkan pada angka 70. Situasi ini kemudian menjadi dasar urgensi dilakukannya intervensi pedagogis untuk mengerek kualitas proses sekaligus output pembelajaran matematika. Penelitian ini diarahkan untuk mengoptimalkan dinamika pembelajaran lewat pelaksanaan model Team Games Tournament (TGT) berbantuan media papan jurang pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan. Penelitian ini menggunakan pePenelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dijalankan secara siklikal dalam dua putaran, dengan rangkaian prosedural meliputi perencanaan, aksi tindakan, observasi, hingga refleksi sebagai mekanisme evaluasi berulang. Subjek penelitian terdiri atas 10 siswa, yang secara komposisional meliputi 4 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan lewat observasi, tes hasil belajar, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif secara simultan. Hasil temuan memperlihatkan bahwa implementasi model Team Games Tournament berbantuan media papan jurang mampu memicu eskalasi partisipasi aktif, intensifikasi motivasi belajar, penguatan kapasitas kolaboratif, serta peningkatan capaian hasil belajar siswa secara nyata. Hal ini tercermin dari kenaikan persentase ketuntasan belajar dari 68% pada siklus I menjadi 87% pada siklus II. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa model TGT berbantuan media papan jurang mempunyai efektivitas yang cukup nyata dalam mengakselerasi pemahaman konseptual sekaligus meningkatkan hasil belajar matematika pada jenjang sekolah dasar.