Ikan merupakan komoditas perikanan yang mudah mengalami penurunan mutu setelah ditangkap, sehingga diperlukan metode deteksi kesegaran yang cepat, akurat, dan praktis. Metode konvensional seperti uji organoleptik memiliki keterbatasan karena bersifat subjektif, sehingga perlu dikembangkan metode alternatif berbasis teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode Digital Image Colorimetry (DIC) berbasis smartphone dalam mendeteksi nilai kesegaran ikan menggunakan pewarna alami ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea), serta menguji keakuratan hasil DIC dibandingkan dengan metode konvensional uji organoleptik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan memanfaatkan kertas label indikator yang telah diberi ekstrak bunga telang. Antosianin pada ekstrak telang berfungsi sebagai indikator pH yang peka terhadap perubahan senyawa volatil (amonia) selama penyimpanan ikan. Data warna diolah melalui nilai RGB menggunakan aplikasi berbasis smartphone, kemudian hasilnya dibandingkan dengan data uji organoleptik dari panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode DIC berhasil dikembangkan dengan memanfaatkan ekstrak bunga telang sebagai pewarna alami pada kertas label indikator. Perubahan warna yang terjadi akibat degradasi mutu ikan terbukti selaras dengan pola perubahan nilai RGB. Selain itu, hasil analisis DIC menunjukkan konsistensi dengan hasil uji organoleptik, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode DIC cukup akurat, praktis, dan potensial sebagai alternatif metode konvensional dalam menentukan kesegaran ikan berbasis smartphone.