p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perikanan
Wahyu Wira Pratama
Fisheries Cultivation Study Program, Department of Marine Science and Fisheries, Pontianak State Polytechnic

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EFFECT OF DIFFERENT SALINITY ON THE GROWTH AND SURVIVAL OF VANNAMEI SHRIMP (Litopenaeus vannamei) IN SUKAMARA REGENCY Wahyu Wira Pratama; M. Faiq Ash Shidiq; Rahmad Hidayat; Dwiayu Juliati Djuko; Arini Resti Fauzi; Ayu Rahmadhani; Muchammad Andi Ali Ridho
Vol 16 No 1 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i1.1953

Abstract

Udang vanamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas akuakultur utama di dunia. Kabupaten Sukamara merupakan Kabupaten unggulan untuk produksi budidaya udang Vannamei di Provinsi Kalimantan Tengah. Udang vanname termasuk dalam organisme euryhaline, artinya mampu bertahan pada salinitas 0.5–50 ppt, tetapi pertumbuhan optimal umumnya dilaporkan pada kisaran 15–25 ppt. Mekanisme osmoregulasi udang memungkinkan mereka menyesuaikan tekanan osmotik tubuh dengan lingkungan, tetapi proses ini memerlukan energi ekstra. Pada salinitas di luar kisaran optimal, energi yang seharusnya dialokasikan untuk pertumbuhan teralihkan untuk mempertahankan keseimbangan ion, sehingga mengurangi laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh salinitas berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vanamei. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium dan Workshop Budidaya Ikan PSDKU Politeknik Negeri Pontianak di Kabupaten Sukamara selama 4 bulan mulai dari persiapan hingga analisa data. Metode yang digunakan penelitian adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan salinitas yang berbeda dan 4 ulangan. Hasil tertinggi kinerja pertumbuhan terdapat pada P3 (salinitas 20 ppt) diikuti P2, dan P1. Sedangkan kelulusanhidup tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, dengan kelulusan tertinggi pada perlakuan P3 sebesar 85%, serta diikuti P1, dan P2 sebesar 75%. Parameter kualitas air menunjukkan bahwa kualitas air budidaya udang masih dalam kondisi optimal yang menunjukkan bahwa suhu berkisar antara 26-28oC, pH berkisar antara 7.8-8.2, dan oksigen terlarut (DO) berkisar antar 10.4-10.9 mg/L.
THE EFFECT OF SOYBEAN FLOUR SUBSTITUTION WITH PALM KERNEL MEAL IN FEED ON GROWTH AND SURVIVAL OF SANGKURIANG CATFISH (Clarias sp.) Sarmila Sarmila; Wahyu Wira Pratama; M. Faiq Ash Shidiq
Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1523

Abstract

Palm kernel meal is considered very potential to be used as fish feed because it contains 15.43% crude protein. The problem by aquaculture is the imbalance in income obtained compared to production costs that have been incurred. This is because farmers depend on manufactured feed so that the price of commercial feed issued is high. The purpose of this study was to analyze the effect of different soybean meal and palm kernel meal feed substitutions on the growth and survival of catfish (Clarias sp). The study used a Completely Randomized Design with 3 treatments and 4 repetitions, consisted of three main treatments, namely: the first treatment (P1) feed based on a ratio of 80% soybean meal with 20% palm kernel meal and the second treatment (P2) feed based on 70% soybean meal and 30% palm kernel meal and (P3) feed based on 60% soybean meal and 40% palm kernel meal...The highest Weight gain value was found in P1 at 71.3 gr, followed by P2 at 51.5 gr, and P3 at 47.6 gr. The results showed that the highest RGR value was found in treatment P1 at 0.3% followed by treatments P2 and P3 at 0.2%. The best Feed Covertion Ratio (FCR) was found in treatment P1 at 4.31, followed by treatment P2 at 5.85 and treatment P3 at 6.22. The highest SR in treatment was found in treatment P1 at 91.7% followed by P2 and P3 at 90%.