Penelitian ini berangkat dari tingginya angka turnover karyawan pada sektor ritel modern di Indonesia yang berkisar 12-18% per tahun. Kondisi tersebut menimbulkan konsekuensi berupa peningkatan biaya rekrutmen dan pelatihan, serta menurunnya efektivitas operasional dan kualitas layanan. Situasi ini tidak terlepas dari karakteristik industri ritel modern yang telah menerapkan sistem kerja berbasis teknologi dan manajemen profesional, sehingga menuntut kemampuan adaptasi tinggi terhadap beban kerja yang berubah-ubah dan tekanan pekerjaan yang relatif intens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh stres kerja dan kepuasan kerja terhadap turnover intention pada karyawan ritel modern di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, dan ProQuest pada periode 2019-2025. Analisis data dilakukan secara tematik guna menemukan pola hubungan antar-variabel serta konsistensi hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres kerja memiliki pengaruh positif terhadap turnover intention yang dipicu oleh tingginya tuntutan pekerjaan, konflik dan ambiguitas peran, tekanan waktu, serta intensitas interaksi dengan pelanggan. Sebaliknya, kepuasan kerja berpengaruh negatif terhadap turnover intention yang dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik seperti penghargaan, kompensasi, dukungan atasan, hubungan sosial di tempat kerja, serta kesempatan pengembangan karier. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keseimbangan antara job demands dan job resources menjadi faktor penting dalam menekan turnover intention dan meningkatkan retensi karyawan di industri ritel modern.