Dian Widya Putri
Program Studi Sarjana Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinan dan Strategi Terintegrasi Penurunan Stunting di Indonesia: Systematic Review Dian Widya Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4739

Abstract

Stunting tetap menjadi prioritas kesehatan masyarakat yang krusial di Indonesia, mencerminkan malnutrisi kronis dan kesenjangan pembangunan sistemik. Meskipun prevalensinya menurun dari 37,2% pada tahun 2013 menjadi 30,8% pada tahun 2018, angka tersebut tetap berada secara signifikan di atas ambang batas kekhawatiran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehingga memerlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor pendorongnya yang kompleks. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menyintesis bukti terbaru (2015–2019) mengenai determinan stunting multidimensi. Dengan menggunakan metodologi tinjauan sistematis yang komprehensif, sebanyak 735 catatan diidentifikasi pada tahap awal dari basis data internasional, termasuk PubMed, Cochrane, dan ScienceDirect, menghasilkan 61 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Studi-studi ini terdiri dari campuran uji terkontrol secara acak, studi kohort, dan analisis potong lintang. Temuan dikategorikan menjadi faktor spesifik gizi dan sensitif gizi. Hasil utama menunjukkan bahwa faktor biologis seperti tinggi badan ibu yang pendek (AOR = 7,64) dan berat badan lahir rendah (OR = 5,6) merupakan faktor pendorong spesifik utama. Namun, tinjauan ini menyoroti bahwa luaran stunting dipengaruhi oleh determinan sensitif gizi, termasuk infrastruktur air, sanitasi, dan kebersihan atau dengan kata lain water, sanitation, and hygiene (WASH) yang tidak memadai (AOR = 3,47), status sosial ekonomi rendah, serta toksin lingkungan seperti paparan pestisida tinggi (OR = 8,48) dan kebiasaan merokok ayah. Sintesis ini mengungkapkan bahwa intervensi individu tidak cukup tanpa adanya konvergensi sektoral. Studi ini menyimpulkan bahwa pengurangan stunting yang berkelanjutan memerlukan pendekatan holistik "HITS" (Holistic, Integrative, Thematic, and Spatial), yang menekankan konvergensi multisektoral di tingkat desa. Temuan ini memberikan landasan strategis bagi pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan kesehatan lingkungan dan perlindungan sosial ke dalam program gizi guna mengoptimalkan pengembangan modal manusia jangka panjang di Indonesia.