Restu asih Dwi payungi Sasmita
Universitas Lancang Kuning, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Strategis Guru Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar: Studi Literatur Tentang Pembelajaran Berpusat Pada Anak Ririn Karista; Suharni; Nadia Hasibuan; Tamara widya anggun Sasmita; Restu asih Dwi payungi Sasmita
Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jspaud.v2i2.2018

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Pendidikan Anak Usia Dini menuntut penguatan peran guru dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada anak, fleksibel, kreatif, dan sesuai tahap perkembangan peserta didik. Studi ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Anak Usia Dini dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar serta mengidentifikasi tantangan yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data sekunder diperoleh dari jurnal nasional, buku, artikel ilmiah, dan dokumen resmi yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan informasi tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai perancang pembelajaran, fasilitator, motivator, penguat karakter, dan pelaksana asesmen perkembangan anak. Guru perlu memahami kebutuhan, minat, gaya belajar, dan karakteristik individu anak untuk menciptakan pengalaman bermain yang bermakna. Tantangan utama meliputi keterbatasan pemahaman kurikulum, sarana pembelajaran, akses teknologi, dan kebutuhan pengembangan profesional berkelanjutan. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka Belajar sangat bergantung pada kompetensi guru, dukungan sekolah, keterlibatan orang tua, dan kebijakan pemerintah yang mendorong pembelajaran anak usia dini secara holistik, kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.