Antoni Tigor P Siahaan
Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Peningkatan Kemampuan Angkutan Laut Militer Komando Lintas Laut Militer Dalam Mendukung Operasi Darat Gabungan Antoni Tigor P Siahaan; Hikmat Zakky Almubarok; Ruby Alamsyah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8702

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan yang menempatkan angkutan laut militer sebagai unsur penting dalam mendukung mobilitas pasukan, alutsista, dan logistik pada Operasi Darat Gabungan (Opsratgab). Dalam praktiknya, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) memiliki peran sentral sebagai penopang proyeksi kekuatan TNI, namun masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan yang memengaruhi efektivitas dukungannya. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana tantangan operasional dan strategis angkutan laut militer Kolinlamil dalam mendukung Opsratgab, serta bagaimana peluang pengembangan dan modernisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan operasional dan strategis tersebut serta mengidentifikasi peluang pengembangan dan modernisasi angkutan laut militer Kolinlamil dalam mendukung Opsratgab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan Kolinlamil bersifat kompleks dan sistemik, meliputi kesiapan armada, keterbatasan daya angkut, usia alutsista, kesinambungan pemeliharaan, dukungan logistik, integrasi antar matra, sinkronisasi komando dan kendali, serta adaptasi terhadap dinamika lingkungan strategis. Di sisi lain, peluang pengembangan dan modernisasi terbuka melalui modernisasi teknologi, dukungan kebijakan pertahanan, penguatan operasi gabungan, dan kerja sama dengan industri pertahanan nasional. Pembahasan menegaskan bahwa penguatan Kolinlamil tidak cukup dilakukan melalui penambahan platform semata, melainkan harus melalui pembenahan sistem dukungan operasional, interoperabilitas, logistik, pemeliharaan, dan penguatan kebijakan secara terpadu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa efektivitas Kolinlamil dalam mendukung Opsratgab ditentukan oleh kemampuannya untuk mengatasi tantangan internal secara menyeluruh sekaligus memanfaatkan peluang modernisasi secara terencana, terpadu, dan berbasis kebutuhan operasi gabungan.