Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pembelajaran PJOK Berbasis Petanque untuk Meningkatkan Literasi Olahraga di SMA Muhammadiyah 3 Batu Setiya Yunus Saputra; Heru Wardana Yoga; Bustanol Arifin
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8705

Abstract

Pengabdian berbasis sekolah ini berangkat dari kebutuhan SMA Muhammadiyah 3 Batu dalam memperluas literasi olahraga melalui cabang Petanque yang belum banyak dikenal dalam pembelajaran PJOK maupun kegiatan ekstrakurikuler. Kondisi awal mitra menunjukkan bahwa sekolah memiliki potensi lahan, dukungan kelembagaan, dan antusiasme siswa, tetapi belum didukung oleh kompetensi guru, ketersediaan sarana, serta sistem pembinaan Petanque yang terstruktur. Artikel ini bertujuan menguraikan model pemberdayaan sekolah berbasis Petanque sebagai strategi peningkatan pengetahuan, keterampilan, minat, dan kesiapan warga sekolah dalam mengembangkan olahraga alternatif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-partisipatif melalui tahapan pemetaan kebutuhan, sosialisasi program, pelatihan guru, praktik siswa, penyediaan produk hard berupa peralatan Petanque, penyusunan produk soft berupa modul dan panduan praktik, dokumentasi kegiatan, serta evaluasi proses. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model pemberdayaan mampu mendorong peningkatan pemahaman guru terhadap teknik dasar, aturan permainan, dan pola pembinaan Petanque. Siswa juga menunjukkan respons positif melalui keterlibatan aktif dalam praktik lapangan, rasa ingin tahu terhadap permainan, serta minat untuk mengikuti kegiatan lanjutan. Selain itu, tersedianya alat, modul, dan rancangan pembinaan menjadi fondasi awal bagi sekolah untuk mengembangkan Petanque secara berkelanjutan. Model ini memberi kontribusi praktis bagi penguatan ekosistem olahraga sekolah sekaligus memperluas literasi olahraga siswa secara kontekstual, aplikatif, dan sesuai kebutuhan mitra.
Upaya Penguatan Keterampilan Gerak Dasar melalui Permainan Terstruktur di TK Nurul Falah Kediri Bustanol Arifin; Heru Wardana Yoga; Abdurrohman Muzakki
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8706

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya stimulasi keterampilan gerak dasar anak usia dini di TK Nurul Falah Kediri. Aktivitas fisik anak masih cenderung berlangsung spontan, kurang terprogram, serta belum didukung oleh media pembelajaran gerak yang variatif dan aman. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses, hasil, dan makna penguatan keterampilan gerak dasar melalui permainan terstruktur berbasis gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis pengabdian dengan tahapan sosialisasi, pelatihan guru, penerapan media dan permainan terstruktur, pendampingan, evaluasi, serta penyusunan keberlanjutan program. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas anak, wawancara guru, dokumentasi kegiatan, dan catatan reflektif, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian temuan, dan penarikan simpulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mulai memahami pembelajaran gerak sebagai bagian penting dari kegiatan belajar, bukan sekadar aktivitas selingan. Guru juga lebih mampu mengenali dan mempraktikkan variasi gerak dasar melalui sirkuit gerak, gerak berirama, lempar tangkap, dan story-based movement. Pemanfaatan media sederhana seperti cone botol plastik, tangga koordinasi dari pita dan tali, rintangan mini dari pipa PVC, serta bola ringan memperkaya pengalaman gerak anak tanpa bergantung pada alat mahal. Anak menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi, keberanian mencoba gerakan, kemampuan mengikuti instruksi, menunggu giliran, dan berinteraksi positif dalam permainan kelompok. Program ini menyimpulkan bahwa permainan terstruktur dapat menjadi strategi aplikatif, murah, aman, kontekstual, dan berkelanjutan untuk membangun budaya gerak aktif di TK Nurul Falah Kediri.