Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Geopolitik Global Terhadap Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Aji Nugroho Wibowo; Hilma Hilwana; Nabila Fitri Aulia; Lidia Rahmaningrum
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8719

Abstract

Globalisasi menyebabkan perekonomian Indonesia semakin terintegrasi dengan dinamika ekonomi internasional sehingga stabilitas nilai tukar rupiah menjadi rentan terhadap berbagai peristiwa geopolitik global. Konflik Rusia–Ukraina, perang dagang Amerika Serikat–Tiongkok, konflik di Timur Tengah, serta ketegangan kawasan Indo-Pasifik telah meningkatkan ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada arus modal, harga komoditas, dan pergerakan nilai tukar rupiah. Penelitian ini dilakukan karena masih terdapat perbedaan hasil penelitian mengenai faktor geopolitik yang paling dominan memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah. Penelitian bertujuan menganalisis bentuk-bentuk geopolitik global yang memengaruhi nilai tukar rupiah, mekanisme transmisinya terhadap perekonomian Indonesia, serta respons pemerintah dalam menjaga stabilitas rupiah. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, dan laporan lembaga internasional yang relevan. Metode ini dipilih karena mampu memberikan sintesis yang komprehensif terhadap berbagai temuan penelitian terdahulu mengenai hubungan geopolitik global dan nilai tukar rupiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geopolitik global memengaruhi stabilitas rupiah melalui peningkatan ketidakpastian pasar, arus modal keluar (capital outflow), penguatan dolar Amerika Serikat, kenaikan harga energi dan komoditas, serta perubahan sentimen investor. Selain itu, penguatan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor geopolitik merupakan salah satu determinan eksternal yang berpengaruh terhadap stabilitas nilai tukar rupiah sehingga diperlukan kebijakan ekonomi yang adaptif dan koordinatif untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nasional. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran dengan data terbaru agar hubungan antara indikator geopolitik dan pergerakan nilai tukar rupiah dapat diukur secara lebih akurat.
ECOLOGICAL CITIZENSHIP SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA Ikmah Wati; Hilma Hilwana; Resultan Aqshal Hafizh Sukamto
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.576

Abstract

Indonesia sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati baik di daratan maupun di lautan. Namun, pada faktanya kerusakan lingkungan menjadi sebuah ancaman yang cukup serius bagi kelestarian lingkungan di Indonesia. Tercemarnya air oleh limbah pabrik, deforestasi hutan untuk pertambangan ilegal, global warming menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang sangat serius bagi keanekaragaman hayati di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ecological citizenship dalam membangun kesadaran ekologis warga negara, implementasi ecological citizenship, dan faktor pendorong serta penghambat penerapan ecological citizenship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengacu pada studi literature. Sumber data dalam penelitian ini merujuk pada jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku yang berkaitan, artikel, dan sumber internet terpercaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep ecological citizenship harus dimiliki oleh tiap warga negara guna membangun kelestarian lingkungan berkelanjutan di Indonesia. Dengan kesadaran ecological citizenship, Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam tetapi juga kaya akan sumber daya manusia yang cerdas dalam mengelola, menjaga, dan paham akan tanggung jawab dalam melestarikan lingkungan berkelanjutan. Rekomendasi dari penelitian ini diperlukan kerja sama yang baik antar pemerintah, masyarakat, generasi muda, dan stake holder dalam menjaga kelestarian lingkungan. Serta, konsep ecological citizenship perlu di sosialisasikan dan dipraktikan secara langsung oleh masyarakat guna membangun kelestarian lingkungan berkelanjutan di Indonesia.