Dessy Carmelia Nurhadana
Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Latihan Mandiri Berbasis Rumah menggunakan Stress Ball terhadap Hand-Grip Strength dan Dexterity pada Pasien Pasca Stroke Dessy Carmelia Nurhadana; Shaura Ladayna Isma
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 8 (2026): JKRI - Juli 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kekuatan genggam tangan (hand-grip strength) dan ketangkasan (dexterity) merupakan salah satu penyebab utama keterbatasan aktivitas fungsional pada pasien pasca stroke. Program latihan mandiri berbasis rumah menggunakan stress ball berpotensi menjadi intervensi sederhana, murah, dan mudah diterapkan untuk mendukung rehabilitasi jangka panjang, namun bukti efektivitasnya masih terbatas. Menganalisis pengaruh latihan mandiri berbasis rumah menggunakan stress ball terhadap hand-grip strength dan dexterity pada pasien pasca stroke. Penelitian ini menggunakan desain pre–post intervention pada pasien pasca stroke yang menjalani latihan mandiri menggunakan stress ball selama lima bulan. Latihan dilakukan dua kali setiap hari selama masing-masing 15 menit, dengan evaluasi setiap dua minggu yang meliputi perkembangan fungsi tangan dan kepatuhan latihan. Luaran yang dinilai adalah hand-grip strength menggunakan hand dynamometer dan dexterity menggunakan Box and Block Test (BBT). Sebanyak 12 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian penelitian. Rerata hand-grip strength meningkat dari 16,5 kg sebelum intervensi menjadi 19,5 kg setelah intervensi, dengan peningkatan pada 83,3% peserta. Analisis berpasangan menunjukkan peningkatan tersebut bermakna secara statistik (p = 0,002). Sementara rerata skor Box and Block Test meningkat dari 24,3 menjadi 25,2 blok/menit, dengan 66,7% peserta mengalami peningkatan nilai. Namun, peningkatan dexterity tersebut belum mencapai kemaknaan statistik (p = 0,323). Secara keseluruhan, 50,0% peserta mengalami perbaikan pada kedua luaran, sedangkan seluruh peserta (100%) menunjukkan peningkatan pada sedikitnya satu parameter. Latihan mandiri berbasis rumah menggunakan stress ball berpotensi meningkatkan kekuatan genggam dan ketangkasan tangan pada pasien pasca stroke sehingga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari program rehabilitasi jangka panjang yang mudah diterapkan di rumah.