Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dalam tuturan komika Indra Frimawan pada tayangan Stand Up Comedy di kanal YouTube Stand Up Kompas TV edisi SUCI “5”. Penelitian ini menggunakan teori prinsip kerja sama yang dikemukakan oleh Paul Grice (1975) sebagai landasan utama analisis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa SLBC (simak bebas libat cakap), Teknik rekam, dan Teknik catat. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penampilan stand up Indra Frimawan ditemukan berbagai bentuk pelanggaran maksim, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara. Pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja sebagai strategi untuk membangun efek humor dalam setiap tuturan yang disampaikan. Gaya komedi Indra yang absurd, tidak terduga, dan kadang membingungkan, justru menjadi ciri khas yang membedakannya dengan komika lain di panggung SUCI. Pelanggaran prinsip kerja sama tidak menimbulkan kebingungan atau kesalahpahaman bagi audiens, melainkan justru menghasilkan hiburan yang efektif dan mengundang tawa. Bahkan, pelanggaran tersebut menjadi kekuatan tersendiri dalam membentuk identitas komedinya. Oleh karena itu, pelanggaran maksim dalam konteks ini bukanlah kesalahan komunikasi, melainkan bentuk kreativitas berbahasa yang digunakan untuk menciptakan tawa, membangun kedekatan emosional dengan audiens, dan memperkuat karakter komedi Indra Frimawan secara konsisten di panggung SUCI.