Perkembangan layanan buy now, pay later (Paylater) telah meningkatkan akses Generasi Z terhadap fasilitas kredit digital, namun juga berpotensi mendorong munculnya perilaku kredit berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku kredit berisiko pada Generasi Z pengguna Paylater dengan menguji peran moderasi stres keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 138 responden Generasi Z pengguna Paylater di Kabupaten Cirebon yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku kredit berisiko, yang berarti semakin tinggi tingkat literasi keuangan, semakin rendah kecenderungan individu melakukan perilaku kredit berisiko. Namun demikian, stres keuangan tidak terbukti memoderasi hubungan antara literasi keuangan dan perilaku kredit berisiko. Temuan ini menunjukkan bahwa literasi keuangan merupakan faktor yang konsisten dalam membentuk perilaku penggunaan kredit digital yang lebih bertanggung jawab, terlepas dari tingkat stres keuangan yang dialami individu. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan perlu menjadi fokus dalam upaya mendorong penggunaan layanan Paylater yang lebih bijaksana dan berkelanjutan di kalangan Generasi Z.