Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dakwah Lingkungan Sebagai Upaya Mereduksi Krisis Ekologi Studi Kasus: Pencemaran Pesisir Lampung pada Tahun 2020-2025 David Sulaiman Burmelli; Amanda Lestari; Fenty Anggraini; Abdul Syukur; Sonhaji; Rika Damayanti
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2269

Abstract

Penelitian ini membahas peran manusia sebagai khalifah dalam mengelola bumi dan membedakan eksploitasi yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek dengan dampak destruktif dari pemberdayaan, yang mengedepankan keberlanjutan, keadilan sosial, serta partisipasi masyarakat. Dengan menekankan literatur Islam sebagai pondasi utama dan dakwah lingkungan sebagai solusi struktural. Penulis menyoroti kasus pencemaran laut dan pesisir di Provinsi Lampung selama periode 2020–2025 sebagai konteks perbandingan realitas untuk kemudian menjadikan isu tersebut sebagai narasi kontradiktif terhadap kondisi ideal. Data diperoleh dari berbagai laporan WALHI, media nasional, dan lembaga resmi lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan lemahnya pengelolaan lingkungan di indonesia yang kemudian memperlihatkan realitas yang bertolak belakang dengan konsep khalifah dalam islam.
Peran FKUB dalam Mewujudkan Toleransi Antar Umat Beragama di Kota Bandar Lampung Afni Rahmayanti; Dela Astarika; Ahmad Amri; Abdul Syukur; Sonhaji; Rika Damayanti
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2273

Abstract

Abstract: This study aims to understand how community development in Bandar Lampung City is implemented within the context of interreligious tolerance. As a multicultural city characterized by religious, ethnic, and cultural diversity, Bandar Lampung represents a dynamic social space for building interfaith harmony. This research employs a qualitative descriptive approach, utilizing in-depth interviews, participatory observations, and documentation involving religious leaders, members of the Interreligious Harmony Forum (FKUB), local government officials, and interfaith community members. The findings reveal that community development based on tolerance is realized through the synergy between government institutions, religious figures, social organizations, and the public in activities such as interfaith dialogues, joint social services, and multicultural education programs in schools. The FKUB plays a pivotal role as a mediator and facilitator in maintaining social stability and resolving religious issues peacefully. However, challenges such as digital disinformation, radicalism, and the weakness of tolerance education still hinder the creation of a conducive social environment. Therefore, strengthening digital literacy, enhancing institutional capacity, and integrating character education based on tolerance are strategic steps toward achieving harmonious, inclusive, and sustainable community development in Bandar Lampung City. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pembangunan masyarakat di Kota Bandar Lampung diimplementasikan dalam konteks toleransi antar umat beragama. Kota Bandar Lampung sebagai wilayah multikultural dengan keragaman agama, etnis, dan budaya menjadi ruang sosial yang dinamis dalam membangun harmoni kehidupan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pemerintah daerah, serta masyarakat lintas agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat berbasis toleransi diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, tokoh agama, lembaga sosial, dan masyarakat dalam kegiatan seperti dialog lintas iman, bakti sosial bersama, serta pendidikan multikultural di sekolah. FKUB berperan penting sebagai mediator dan fasilitator dalam menjaga stabilitas sosial dan menyelesaikan persoalan keagamaan secara damai. Namun demikian, tantangan seperti pengaruh disinformasi digital, radikalisme, dan lemahnya pendidikan toleransi masih menjadi penghambat terciptanya lingkungan sosial yang kondusif. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta integrasi pendidikan karakter berbasis toleransi menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Bandar Lampung.