Mohammad Maulana Khoirur Rifki
UIN Sunan Kalijaga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Motif Sosio-Politik Az-Zamakhsyari Pada Penafsiran Al-Kasyaf:: Kritik atas Tafsir Sektarian Mohammad Maulana Khoirur Rifki
MAGHZA Vol 11 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v11i1.14815

Abstract

Pelabelan al-Kashshaf karya al-Zamakhsyari sebagai tafsir sektarian (Mu‘tazilah) selama ini didominasi oleh klasifikasi teologis-dogmatis Ignaz Goldziher yang cenderung mengabaikan konteks sosial-politik di mana karya tersebut diproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motif sosial-politik di balik penafsiran al-Zamakhsyari serta meninjau ulang validitas label sektarian tersebut. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menggunakan Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis) dari Norman Fairclough yang mencakup tiga dimensi: analisis teks (fitur linguistik, pilihan kata, dan struktur argumentasi), praktik diskursif (produksi, distribusi, dan konsumsi teks), serta praktik sosial (hegemoni, relasi kuasa, dan ideologi di Khwarezm abad ke-12). Hasil analisis menunjukkan bahwa penafsiran al-Zamakhsyari bukan sekadar artikulasi dogmatis teologi Mu‘tazilah, melainkan respons strategis terhadap kondisi sosial-politik yang fluktuatif di bawah Dinasti Seljuk dan Khwarazmshah. Melalui pilihan leksikal yang cermat (misalnya tab‘īḍ, umarā’ al-jawr), format tanya-jawab, serta kutipan intertekstual dari otoritas salaf, al-Zamakhsyari membangun wacana yang mengkritik penguasa zalim, mempersyaratkan ketaatan kepada kepemimpinan yang sah, serta mendorong meritokrasi berbasis ilmu dan keadilan. Dengan demikian, label sektarian terbukti reduksionis karena al-Kashshaf berfungsi sebagai bentuk perlawanan intelektual dan kritik sosial-politik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengakuan terhadap motif sosial-politik di balik tafsir klasik sangat penting untuk melampaui kategorisasi sektarian yang simplistis.