Salah satu masalah gizi jangka panjang yang masih menjadi perhatian utama dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia adalah stunting yaitu kekurangan asupan gizi yang berkelanjutan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau periode emas (golden period). Stunting berkelanjutan dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan fisik, penurunan perkembangan kognitif, dan penurunan produktivitas anak. Salah satu upaya pencegahan stunting dapat dilakukan melalui intervensi pemberdayaan ibu balita dalam praktik Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang sesuai dan tepat dengan program Gerakan Masak Sehat MP-ASI (GEMAS). Program ini merupakan kegiatan edukasi dan demontrasi memasak yang bertujuan untuk peningkatan pengetahuan serta keterampilan ibu balita dalam menyiapkan MP-ASI yang sehat, bergizi, aman, serta sesuai dengan kebutuhan bayi dan anak melalui kegiatan penyuluhan serta demonstrasi memasak berbahan dasar ikan nila yang diolah menjadi BOLILA (Bola Ikan Nila). Metode yang dilakukan melalui pendekatan community based education, yaitu metode pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pelatihan serta demonstrasi memasak. Evaluasi dengan pre-test dan post-test untuk melihat peningkatan dan pemahaman peserta sebelum edukasi dan sesudah edukasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa rata-rata pada pre-test 75.24 meningkat menjadi 91.90 pada post-test. Hasil uji statistik menggunakan uji paired t-test p < 0.001 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test, dapat disimpulkan intervensi edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta. Demontrasi memasak yang dilakukan berhasil memberikan pengalaman dan pemahaman cara mengolah MP-ASI berbahan lokal yang tepat. Kegiatan ini menjadi upaya dalam pencegahan stunting pada balita di Desa Kelir.