Artikel ini bertujuan mensintesis penelitian terdahulu mengenai integrasi Total Quality Management (TQM) dan Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management/KM) sebagai pendekatan strategis untuk memperkuat daya saing perusahaan jasa. Sektor jasa memiliki karakteristik keluaran yang tidak berwujud, interaksi pelanggan yang tinggi, proses layanan yang heterogen, serta ketergantungan kuat pada pengetahuan karyawan. Karakteristik tersebut menuntut perusahaan tidak hanya menerapkan manajemen mutu, tetapi juga mengelola pengetahuan organisasi secara sistematis. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif-sistematis melalui analisis 25 artikel utama dan beberapa artikel pendukung yang diterbitkan pada periode 2000-2024. Hasil sintesis menunjukkan bahwa TQM berkontribusi terhadap daya saing melalui fokus pelanggan, manajemen proses, keterlibatan karyawan, pengambilan keputusan berbasis fakta, dan perbaikan berkelanjutan, sedangkan KM memperkuat daya saing melalui penciptaan, berbagi, penerapan pengetahuan, budaya belajar, dan inovasi berbasis pengetahuan. Integrasi TQM dan KM membentuk sistem manajemen kualitas berbasis pengetahuan yang mampu meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, kapabilitas inovasi, kepuasan pelanggan, dan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Artikel ini mengusulkan model konseptual integratif yang mencakup komitmen kepemimpinan, budaya pengetahuan berorientasi kualitas, manajemen proses berbasis pengetahuan, infrastruktur pengetahuan digital, dan pengukuran kinerja. Kontribusi artikel terletak pada penjelasan hubungan strategis antara TQM dan KM dalam konteks perusahaan jasa serta implikasi praktis bagi perusahaan jasa yang ingin meningkatkan daya saing di lingkungan bisnis yang dinamis.