Perkembangan industri konstruksi yang semakin pesat mendorong peningkatan kebutuhan material beton yang memiliki kinerja struktural tinggi sekaligus ramah lingkungan. Salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan semen Portland adalah dengan memanfaatkan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) sebagai bahan substitusi semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur beton dan rasio tulangan terhadap daktilitas dan pola retak balok beton bertulang dengan substitusi GGBFS sebesar 40%. Penelitian ini menggunakan benda uji balok beton bertulang berukuran 10 cm × 20 cm × 100 cm dengan variasi umur beton 28 hari dan 56 hari serta rasio tulangan 2Ø10 dan 3Ø10. Pengujian dilakukan dengan metode pembebanan lentur statik hingga kondisi runtuh untuk memperoleh hubungan beban–lendutan, nilai daktilitas, dan pola retak balok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur beton memberikan pengaruh terhadap daktilitas balok beton bertulang. Secara teoritis, beton dengan umur yang lebih lama cenderung memiliki sifat yang lebih kaku dan getas sehingga nilai daktilitas menurun. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji umur 56 hari memiliki nilai daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan benda uji umur 28 hari. Perbedaan tersebut diduga dipengaruhi oleh proses pembuatan benda uji, karakteristik material, dan pelaksanaan pengujian. Sementara itu, rasio tulangan hanya memberikan pengaruh yang relatif kecil dan tidak signifikan terhadap daktilitas balok. Pada pengujian pola retak, variasi umur beton tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan rasio tulangan berpengaruh signifikan terhadap pola retak balok beton bertulang dengan substitusi GGBFS 40%. Pola retak yang terbentuk didominasi oleh retak lentur dengan beberapa benda uji mengalami retak lentur-geser. Kata kunci: Balok Beton bertulang, Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS), Daktilitas, Pola retak, Rasio tulangan.