Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Quiet Quitting pada Generasi Z Tinjauan Scoping Review terhadap Faktor Penyebab, Dampak, dan Implikasi Organisasional Alivia Anisa Fatoni
Manajemen SDM Vol 3 No 1 (2026): Juni: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : PT Bisnis Digital Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/msdm.v3i1.102

Abstract

Fenomena quiet quitting menjadi salah satu isu yang semakin mendapat perhatian dalam kajian manajemen sumber daya manusia, khususnya pada karyawan Generasi Z yang memiliki karakteristik dan ekspektasi kerja yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi ini cenderung mengutamakan keseimbangan kehidupan kerja, kesejahteraan psikologis, fleksibilitas kerja, serta kebermaknaan pekerjaan, sehingga lebih rentan menunjukkan perilaku quiet quitting ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku quiet quitting pada Generasi Z. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai penelitian yang berkaitan dengan quiet quitting, keterlibatan kerja, kesejahteraan karyawan, dan praktik organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya kepuasan kerja, kurangnya penghargaan, ketidakadilan kompensasi, beban kerja yang berlebihan, kelelahan emosional, lingkungan kerja yang toksik, serta rendahnya dukungan organisasi merupakan faktor-faktor utama yang mendorong munculnya perilaku quiet quitting. Sebaliknya, keseimbangan kehidupan kerja, dukungan pengembangan karier, kepemimpinan yang suportif, keadilan organisasi, dan budaya kerja yang positif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan kerja serta menurunkan kecenderungan quiet quitting. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur mengenai perilaku kerja Generasi Z serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan karyawan, keterlibatan kerja, dan retensi talenta.
Peran Strategis Pelatihan Karyawan dalam Memperkuat Resiliensi Organisasi Aulia Miftachul Rochmah; Alivia Anisa Fatoni; Nafis Fathur Rizki; Novita Setyawati
Jurnal Maksipreneur Vol 15 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Proklamasi 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30588/jmp.v15i2.2615

Abstract

Rapid changes in the business environment require organizations to have adaptive human resources. Employee resilience has become a major concern for organizations in responding to ongoing change. Employee training plays a crucial role in building resilience by enhancing individuals’ ability to manage work-related pressure and adapt to dynamic conditions. Using a literature review approach, this study identifies various empirical findings related to training, resilience, and organizational performance. The results indicate that structured training programs can improve employee competencies, while adaptability serves as a key factor in strengthening employee resilience. This resilience is reflected in employees’ capacity to cope with work pressure, manage organizational change, and sustain performance. This study is expected to contribute to the development of organizational resilience literature and provide practical implications for organizations in designing adaptive human resource development strategies to address future challenges.