Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media roda baca dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa kelas I SD Inpres Pangkabinanga, Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I yang berjumlah 62 orang, dengan pembagian 30 siswa sebagai kelas kontrol dan 32 siswa sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan membaca permulaan, lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan media roda baca dan yang tidak menggunakannya, dengan nilai signifikansi 0,016 < 0,05. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (79,53) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (72). Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor penghambat dalam penggunaan media, antara lain keterbatasan jumlah media, manajemen waktu, dan keterbatasan pendampingan guru secara individual. Dengan demikian, media roda baca terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran membaca permulaan yang interaktif dan menyenangkan, namun implementasinya memerlukan dukungan sarana yang memadai dan strategi pengelolaan kelas yang optimal. This study aims to analyze the effectiveness of the use of the reading wheel media in improving the beginning reading skills of Grade I students at SD Inpres Pangkabinanga, Gowa Regency. The research employed a quantitative approach with a Quasi-Experimental design using the Nonequivalent Control Group Design model. The population comprised all first-grade students totaling 62, with 30 students as the control group and 32 as the experimental group. Research instruments included beginning reading ability tests, observation sheets, questionnaires, and documentation. Data were analyzed using normality tests, homogeneity tests, and independent sample t-tests with the aid of SPSS version 30. The results showed a significant difference between the class using the reading wheel media and the class that did not, with a significance value of 0.016 < 0.05. The posttest mean score of the experimental class (79.53) was higher than that of the control class (72). The study also identified inhibiting factors in the media’s use, including limited media availability, time management issues, and the teacher’s limited capacity to provide individual guidance. Therefore, the reading wheel media is proven to be an effective and engaging alternative for beginning reading instruction, though its implementation requires sufficient resources and optimal classroom management strategies.