Agusniati Agusniati
Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Peran Guru Penggerak Sebagai Fasilitator Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Taraf Pendidikan Sekolah Dasar Linawati Linawati; Muhammad Yunus; Agusniati Agusniati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6186

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan salah satu kebijakan transformatif dalam sistem pendidikan Indonesia yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa, diferensiasi, serta penguatan karakter dan kompetensi. Dalam kerangka tersebut, guru penggerak diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memfasilitasi transformasi pembelajaran di satuan pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru penggerak sebagai fasilitator dalam implementasi Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian mencakup tiga sekolah dasar di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak memainkan peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang mandiri, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Mereka juga memfasilitasi inovasi pembelajaran dan mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sekolah. Namun, tantangan seperti keterbatasan sarana, resistensi dari rekan sejawat, serta beban administratif yang tinggi masih menjadi kendala utama. Meskipun demikian, dampak positif terlihat dalam peningkatan kualitas interaksi pembelajaran, kompetensi pedagogik guru, dan budaya belajar yang adaptif. Oleh karena itu, dukungan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, dan pemerataan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan peran strategis guru penggerak dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. The Merdeka Curriculum is a transformative policy within the Indonesian education system, emphasizing student-centered learning, differentiation, and the development of character and competencies. Within this framework, guru penggerak (teacher leaders) are expected to serve as change agents who facilitate the implementation of innovative and meaningful learning processes, particularly at the elementary school level. This study aims to analyze the role of guru penggerak as learning facilitators in the implementation of the Merdeka Curriculum, with particular focus on the challenges faced and its impact on learning quality. The research used a qualitative approach with a case study design, involving three elementary schools in the Rappocini District, Makassar City. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and analyzed thematically. The findings indicate that guru penggerak play a crucial role in promoting independent and collaborative learning, as well as encouraging stakeholder engagement. They also facilitate pedagogical innovation and contribute to a student-focused learning environment. However, key challenges include limited resources, internal resistance from peers, and high administrative workloads. Despite these obstacles, the impact on student engagement, teacher pedagogical competence, and adaptive learning culture is evidently positive. The study concludes that policy support, ongoing professional development, and equitable infrastructure are essential to optimize the strategic role of guru penggerak in implementing the Merdeka Curriculum effectively.