Kemampuan literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan belajar siswa di sekolah dasar. Namun, capaian kedua kemampuan tersebut di Indonesia masih tergolong rendah berdasarkan hasil asesmen internasional. Dalam konteks ini, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) hadir sebagai instrumen evaluasi berbasis kompetensi yang berperan untuk mengukur sekaligus meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Meskipun demikian, penelitian yang mengkaji implementasi AKM dan faktor-faktor yang memengaruhi hasilnya di tingkat sekolah dasar masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas V serta mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kedua kemampuan tersebut di UPT SPF SDN Garuda Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif asosiatif. Data dianalisis melalui statistik deskriptif untuk mengkategorikan tingkat kemampuan literasi dan numerasi berdasarkan skor AKM. Selanjutnya, analisis faktor dan Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk mereduksi data dan menentukan variabel utama yang berkontribusi terhadap kemampuan siswa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi pada kategori sedang (49,12%), dengan 29,82% berada pada kategori rendah dan 21,05% pada kategori tinggi. Sementara itu, kemampuan numerasi mayoritas siswa juga berada pada kategori sedang sebesar 59,65%, diikuti oleh kategori rendah 24,56% dan tinggi 15,79%. Temuan ini menegaskan bahwa AKM berperan penting dalam memperkuat konsep dasar, meningkatkan motivasi belajar, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang dapat menunjang peningkatan literasi dan numerasi siswa. Literacy and numeracy skills are fundamental competencies essential for students’ academic success in elementary schools. However, Indonesia’s performance in these competencies remains relatively low according to international assessments. In this context, the Minimum Competency Assessment (Asesmen Kompetensi Minimum - AKM) serves as a competency-based evaluation tool designed to measure and improve students’ literacy and numeracy abilities. Despite its importance, research on AKM implementation and the factors influencing its outcomes at the elementary school level remains limited. This study aims to analyze the literacy and numeracy skills of fifth-grade students and identify key factors affecting these abilities at UPT SPF SDN Garuda, Makassar. A quantitative approach with a descriptive associative method was employed. Data were analyzed using descriptive statistics to categorize literacy and numeracy levels based on AKM scores. Factor analysis and Principal Component Analysis (PCA) were then conducted to reduce data dimensions and identify the main variables influencing student performance. The results indicate that most students’ literacy skills fall into the moderate category (49.12%), with 29.82% classified as low and 21.05% as high. Similarly, numeracy skills were predominantly moderate at 59.65%, with 24.56% low and 15.79% high. These findings highlight the significant role of AKM in reinforcing basic concepts, enhancing learning motivation, and developing critical thinking skills, all of which contribute to improved literacy and numeracy achievement.