Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bundle of Rights dalam Konflik Agraria Masyarakat Adat Malin Deman Erwin Basrin; Herawan Sauni; Emilia Kontesa; Bdikar Anumtiko Ling Kricas
Jurnal Hukum Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Hukum Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jhi.v5i2.2674

Abstract

Persoalan pertanahan di Indonesia merupakan arena kontestasi antara paradigma modal dengan hak konstitusional masyarakat adat. Penelitian ini menganalisis konflik agraria di Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, antara Masyarakat Adat Pekal dengan PT Bumi Bina Sejahtera (BBS) dan PT Daria Dharma Pratama (DDP). Penelitian menggunakan pendekatan yuridis-empiris dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap 12 informan dari empat klaster, studi dokumen hukum, dan observasi lapangan langsung atas objek sengketa, yang dilaksanakan pada periode Januari 2024 hingga Maret 2025. Kerangka teori bundle of rights dan pluralisme hukum kritis digunakan sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan: (1) PT BBS menelantarkan lebih dari 80% lahan HGU seluas 1.889 hektare, sehingga menghancurkan justifikasi konstitusional atas pemberian hak tersebut; (2) klaim PT DDP atas lahan cacat prosedural karena akuisisi korporasi bukan merupakan pemindahtanganan hak agraria yang sah menurut hukum nasional; (3) kriminalisasi 40 petani PPPBS dan gugatan perdata Rp3 miliar merupakan praktik Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP) yang dirancang untuk mematikan resistensi masyarakat; serta (4) ketiadaan Peraturan Daerah tentang pengakuan masyarakat hukum adat di Kabupaten Mukomuko secara struktural mencabut legal standing komunitas Pekal dalam forum hukum formal. Implikasi kebijakan penelitian ini mendesak penegakan PP No. 20/2021 tentang tanah terlantar, penerbitan Perda pengakuan masyarakat adat, dan pemrosesan usulan TORA seluas 603 hektare sebagai koreksi konstitusional atas distorsi agraria historis.
Edukasi Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Melalui Metode Demonstrasi untuk Mengurangi Sampah Plastik Siswa Sekolah dasar 100 Desa Sulauwangi, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur Bdikar Anumtiko Ling Kricas; Sulistia Melanda; Deana Aurelia; Meylinda Holinda; Sendi Citra Liana
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 4 No 1 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of single-use plastic packaging in elementary school environments often leads to waste accumulation due to limited management facilities and low environmental literacy among students. This action research aims to analyze the implementation of waste management education based on the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle) through demonstration methods, as well as to measure the improvement of students' knowledge and skills in processing plastic waste. Using a mixed-methods approach, this study was conducted at SD 100 Sulauwangi Village, Tanjung Kemuning District, Kaur Regency, focusing on 4th and 5th-grade students as the main subjects. Data were collected using test techniques (pre-test and post-test questionnaires), structured observations, and documentation. The results indicated that the implementation of demonstration-based education and direct hands-on practice successfully bridged abstract environmental conservation concepts into concrete and interactive learning experiences. Cognitively, there was a significant increase in the students' average score from 42.50 (pre-test) to 86.25 (post-test), with an N-Gain Score of 0.76, categorized as highly effective. Psychomotorically and affectively, students demonstrated skills in turning used plastic bottles into functional crafts (such as verticulture pots and stationery holders) and adopted eco-friendly habits, including bringing reusable water bottles (tumblers) and sorting waste. This study concludes that 3R education using the demonstration method effectively integrates students' cognitive, affective, and psychomotor domains from an early age.