Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Struktur Komunitas dan Regenerasi Vegetasi Mangrove pada Kawasan Rehabilitasi Bekas Tambak di Desa Budeng, Jembrana, Bali Aquila Baehaqi Tegar Sejati; I Made Oka Riawan; Moh Jafron Syah; Edgar Bernal
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115866

Abstract

Rehabilitasi mangrove pada lahan bekas tambak perlu dievaluasi tidak hanya berdasarkan luas tutupan, tetapi juga melalui struktur komunitas, komposisi jenis, kerapatan, dominansi, dan regenerasi vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi vegetasi mangrove pada kawasan rehabilitasi bekas tambak di Desa Budeng, Kabupaten Jembrana, Bali. Penelitian dilaksanakan pada bulan April–Mei 2026. Pengamatan dilakukan pada tiga zona yang merepresentasikan perbedaan kondisi lingkungan, yaitu zona yang berdekatan dengan sawah dan tambak aktif, zona tengah dengan kerapatan mangrove tinggi, serta zona dekat sungai yang bermuara ke laut. Data dianalisis berdasarkan kerapatan, frekuensi, dominansi, Indeks Nilai Penting (INP), dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan delapan jenis mangrove, yaitu Rhizophora mucronata,, Rhizophora stylosa, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, Avicennia alba, Avicennia marina, Sonneratia alba, dan Xylocarpus granatum. Vegetasi tingkat pohon didominasi oleh Rhizophora mucronata pada Zona 1 dan Zona 2, sedangkan Zona 3 didominasi oleh Rhizophora stylosa. Tingkat semai menunjukkan regenerasi yang cukup kuat, terutama pada Zona 1 dan Zona 2 yang memiliki kerapatan semai tinggi. Nilai keanekaragaman berkisar antara rendah hingga sedang, dengan Zona 2 dan Zona 3 menunjukkan struktur komunitas yang lebih beragam dibandingkan Zona 1. Secara umum, kawasan rehabilitasi menunjukkan perkembangan vegetasi yang baik, tetapi dominansi jenis tertentu dan rendahnya keanekaragaman pada beberapa tingkat pertumbuhan perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan lanjutan. Hasil penelitian ini berkontribusi sebagai data dasar ekologis dalam mendukung konservasi mangrove, pengayaan jenis, pemantauan berkala, serta pengelolaan berkelanjutan pada kawasan rehabilitasi bekas tambak di Desa Budeng.
Efektivitas Bakteri Pseudomonas putida sebagai Agen Bioremediasi Pendegradasi Fosfat pada Limbah Detergen Stephanie Ivel Cherill Wicaksanya; I Made Oka Riawan; Moh Jafron Syah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i1.111850

Abstract

Peningkatan jumlah usaha laundry berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan akibat limbah detergen yang mengandung fosfat yang kurang dikelola dengan memadai. Kandungan fosfat yang tinggi dapat menurunkan kualitas udara dan tanah serta memicu eutrofikasi pada ekosistem perairan. Salah satu alternatif pengolahan limbah yang ramah lingkungan adalah bioremediasi menggunakan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri Pseudomonas putida dan menentukan konsentrasi bakteri yang paling efektif dalam menurunkan kadar fosfat pada limbah detergen. Penelitian ini merupakan eksperimental orisinal dengan rancangan acak lengkap (CRD) yang terdiri dari empat perlakuan: kontrol (0%), dan penambahan bakteri Pseudomonas putida pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, masing-masing dengan tiga ulangan. Sampel limbah diinkubasi selama empat minggu dan kadar fosfat diukur secara berkala menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bakteri Pseudomonas putida berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar fosfat pada limbah detergen. Konsentrasi 30% menunjukkan efektivitas paling optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa bakteri Pseudomonas putida memiliki potensi sebagai agen bioremediasi yang efektif dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah deterjen. Penelitian ini direkomendasikan sebagai dasar pengembangan teknologi pengolahan limbah biologis di bisnis laundry.
Nocturnal Insect Diversity in Budeng Mangrove Forest, Jembrana, Bali Nadia Handayani; I Made Oka Riawan; Moh Jafron Syah; Edgar Bernal
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i3.12243

Abstract

The mangrove ecosystem in Budeng Village plays an important ecological role, yet information on nocturnal insect diversity remains limited. This study aimed to identify the species composition and analyze the diversity of nocturnal insects in the Budeng Village mangrove forest. An exploratory study was conducted using light traps. A total of 1.900 individuals representing 8 orders, 17 families, and 19 species were recorded. The diversity (0.550), species richness (2.384), and evenness (0.186) indices were low, whereas the dominance index was high (0.801) due to the predominance of Phlebotomus sp. (1.700 individuals). Overall, the nocturnal insect community showed low diversity and high species dominance. These findings provide baseline data for biodiversity monitoring and support the potential use of nocturnal insects as bioindicators of mangrove ecosystem condition.