Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Tiki-Taka Game-Based Training on Passing Accuracy Improvement among Under-13 Football Players Azza Mulhaq; Zikrur Rahmat; Mahmudin Aritanoga
Journal of Aceh Studies Vol. 3 No. 2 (2026): Journal of Aceh Studies: July
Publisher : Winaya Inspirasi Nusantara Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63924/joas.v3i2.303

Abstract

Passing accuracy underpins effective tactical execution in youth football, yet young players frequently struggle with spatial consistency during competitive match play. This study evaluated how a Tiki-Taka game-based training regimen affects passing accuracy in Under-13 (U13) players at SSB PSAN Neusu Banda Aceh. Utilizing a quantitative pretest–post-test control group design, we allocated 30 U13 athletes into either an experimental group (n = 15) that underwent Tiki-Taka training or a control group (n = 15) that followed a conventional training curriculum. We assessed passing proficiency via the Soccer Passing Accuracy Test before and after the intervention. Statistical analysis comprised descriptive metrics, Shapiro-Wilk normality verifications, Levene’s homogeneity checks, Wilcoxon Signed Rank Tests, and Independent Samples t-tests. The experimental cohort demonstrated significant post-intervention gains, with mean passing accuracy scores climbing from 4.73 to 6.20 (p = .001). Conversely, the control group showed no meaningful improvement (p = .180). Post-test comparisons revealed a stark performance divergence between the two cohorts (p = .001), establishing that Tiki-Taka game-based intervention outperforms standard drills. Integrating high-density, short-passing games into youth academies enhances immediate technical execution. It also nurtures spatial awareness and rapid collaborative processing, offering coaches a structured framework to optimize tactical development.
Meningkatkan Motorik Kasar Melalui Teknik Dasar Permainan Sepak Bola Menggunakan Bola Berbunyi pada Anak Tunanetra Gustian Pratama; Rahmat Fitra; Mahmudin Aritanoga
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8882

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar murid tunanetra di SLB Negeri Kebayakan Takengon akibat keterbatasan penglihatan yang menghambat koordinasi gerak, keseimbangan tubuh, dan orientasi arah. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah adanya kesenjangan praktik di lokasi penelitian di mana teknik dasar olahraga menggunakan media adaptif belum diterapkan secara optimal bagi siswa tunanetra kelas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan bola berbunyi melalui teknik dasar permainan sepak bola dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak tunanetra kelas I. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimen Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Pemilihan metode SSR didasarkan pada kemampuannya untuk mengamati perubahan perilaku atau kemampuan pada subjek secara intensif, mendalam, dan berulang guna melihat pengaruh nyata dari suatu intervensi dalam lingkup pendidikan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi Baseline Pertama (A1), skor kemampuan motorik kasar subjek berada pada kategori kurang cukup (45% dan 50%). Setelah diberikan intervensi (B) menggunakan bola berbunyi, skor meningkat signifikan menjadi 60%, 75%, dan 90% (kategori sangat baik), serta tetap bertahan pada tingkat maksimal (85%, 95%, dan 100%) pada fase Baseline Kedua (A2) dengan persentase overlap data sebesar 0%. Penggunaan bola berbunyi efektif meningkatkan koordinasi gerak kasar, keberanian, dan kepercayaan diri anak tunanetra. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya agar melibatkan jumlah subjek yang lebih banyak dan durasi intervensi yang lebih lama guna memperkuat validitas temuan serta mendukung pengembangan kurikulum olahraga adaptif yang lebih inklusif.