Martin Suhendra
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Soal HOTS Berbasis Konteks Lokal untuk Mendukung Literasi Matematik dan Deep Learning Martin Suhendra; Dinda Filzah Nasyanovariani
Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Malikussaleh
Publisher : LPPM UNIMAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpmm.v6i2.27800

Abstract

Ketersediaan soal matematika berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang mengintegrasikan konteks lokal masih terbatas, padahal penggunaan konteks yang dekat dengan kehidupan peserta didik penting untuk mendukung pembelajaran yang bermakna serta meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Di Kalimantan Selatan, lingkungan lahan basah merupakan karakteristik lokal yang mewarnai aktivitas masyarakat, seperti pasar terapung, transportasi sungai, dan kawasan wisata sungai, sehingga berpotensi dijadikan konteks autentik dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan soal matematika berbasis HOTS dengan konteks lahan basah pada materi bentuk aljabar kelas VII SMP yang valid. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model formative evaluation Tessmer melalui tahap preliminary, self evaluation, dan expert review. Produk yang dikembangkan terdiri atas tiga soal uraian HOTS pada level kognitif C4 (analyzing), C5 (evaluating), dan C6 (creating). Data diperoleh melalui lembar validasi ahli dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal HOTS berbasis konteks lahan basah memperoleh rata-rata skor validitas sebesar 3,76 dengan kategori valid berdasarkan aspek konten, konstruk, dan bahasa. Konteks yang digunakan meliputi Pasar Terapung, kelotok, dan Pulau Kembang yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Soal yang dikembangkan mendukung pembelajaran kontekstual, penguatan literasi matematika, serta pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan pendekatan deep learning. Dengan demikian, soal HOTS berbasis konteks lahan basah layak digunakan sebagai alternatif instrumen evaluasi pembelajaran matematika di SMP.
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH ILL-STRUCTURED BERKONTEKS LOKAL Taufiq Hidayanto; Sutarto Hadi; Kamaliyah Kamaliyah; Martin Suhendra; Ali Ridho; M. Fadilah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i2.15040

Abstract

Salah satu tantangan yang sering muncul di dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah yang tidak terstruktur dengan jelas atau ill-structured. Berdasarkan hasil observasi maupun penelitian, masih ditemukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang bersifat kompleks, terbuka, dan berkonteks lokal, padahal kemampuan tersebut penting untuk menghadapi berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah ill-structured berkonteks lokal. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed methods yang melibatkan 72 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Lambung Mangkurat. Data dikumpulkan melalui tes penyelesaian masalah ill-structured dan wawancara. Empat subjek dipilih secara purposive untuk dianalisis secara mendalam. Prosedur penelitian meliputi penyusunan dan validasi instrumen tes, pengambilan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam merancang, menjustifikasi, dan mengevaluasi solusi secara komprehensif pada masalah ill-structured berkonteks lokal. Penelitian ini berkontribusi memberikan gambaran mengenai kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah lingkungan yang aktual serta sebagai dasar untuk mempertimbangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif.