Ketersediaan soal matematika berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang mengintegrasikan konteks lokal masih terbatas, padahal penggunaan konteks yang dekat dengan kehidupan peserta didik penting untuk mendukung pembelajaran yang bermakna serta meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Di Kalimantan Selatan, lingkungan lahan basah merupakan karakteristik lokal yang mewarnai aktivitas masyarakat, seperti pasar terapung, transportasi sungai, dan kawasan wisata sungai, sehingga berpotensi dijadikan konteks autentik dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan soal matematika berbasis HOTS dengan konteks lahan basah pada materi bentuk aljabar kelas VII SMP yang valid. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model formative evaluation Tessmer melalui tahap preliminary, self evaluation, dan expert review. Produk yang dikembangkan terdiri atas tiga soal uraian HOTS pada level kognitif C4 (analyzing), C5 (evaluating), dan C6 (creating). Data diperoleh melalui lembar validasi ahli dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal HOTS berbasis konteks lahan basah memperoleh rata-rata skor validitas sebesar 3,76 dengan kategori valid berdasarkan aspek konten, konstruk, dan bahasa. Konteks yang digunakan meliputi Pasar Terapung, kelotok, dan Pulau Kembang yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Soal yang dikembangkan mendukung pembelajaran kontekstual, penguatan literasi matematika, serta pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan pendekatan deep learning. Dengan demikian, soal HOTS berbasis konteks lahan basah layak digunakan sebagai alternatif instrumen evaluasi pembelajaran matematika di SMP.