Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyebaran Islam Di Indonesia Dan Pengaruhnya Sosial-Budayanya Zaidi Zaidi; Sena Puja Kesuma; Luqman Abdul Aziz
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas proses penyebaran Islam di Indonesia dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial-budaya masyarakat, dengan fokus pada bagaimana Islam diterima secara damai dan bertransformasi menjadi kekuatan pembentuk identitas nasional. Isu ini penting karena menjelaskan bagaimana Indonesia sebuah negara kepulauan dengan keragaman etnis dan budaya dapat menjadi pusat populasi Muslim terbesar di dunia tanpa melalui penaklukan militer. Proses Islamisasi yang damai dan akomodatif menjadi cerminan keberhasilan integrasi antara ajaran agama dan nilai-nilai lokal, yang relevan untuk dipahami kembali dalam konteks meningkatnya tantangan global terhadap toleransi dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori difusi kultural dan akulturasi agama sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumen sejarah di wilayah seperti Aceh, Jawa, Sumatra Barat, dan Maluku. Teknik analisis data mengikuti model interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Validitas dijaga melalui triangulasi data dan verifikasi hasil wawancara dengan sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebaran Islam berlangsung melalui jalur perdagangan, pendidikan, perkawinan, dan budaya, bukan melalui kekerasan. Islam beradaptasi dengan tradisi lokal seperti selametan dan tahlilan, serta memperkuat sistem pendidikan dan nilai sosial masyarakat. Akulturasi ini melahirkan corak Islam yang inklusif, moderat, dan berkeadaban, yang menjadi karakter khas Islam di Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Islamisasi di Indonesia terletak pada kemampuan Islam untuk berinteraksi dengan budaya lokal secara harmonis, bukan pada dominasi kekuasaan. Implikasinya, pendekatan Islam yang adaptif dan berbasis kearifan lokal perlu terus dikembangkan dalam pendidikan, kebijakan, dan dakwah untuk memperkuat toleransi serta menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika globalisasi dan perubahan sosial.
Internalisasi Paradigma Tauhid dalam Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Administrasi STITMA Yogyakarta Luqman Abdul Aziz; Badarudin Rumbara; M. Ahya
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 2 No. 03 (2026): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the need for a spiritual reconstruction in the administrative governance of Private Islamic Higher Education institutions; while these institutions are currently required to be fully professional and digital, they often overlook transcendental foundations, thereby triggering a dichotomy between professional duties and spiritual values. The study aims to analyze in depth the process of internalizing a work culture based on the *tauhid* (monotheistic) paradigm to enhance the professionalism of administrative staff at the Madani College of Islamic Education (STIT Madani) in Yogyakarta. A descriptive qualitative approach utilizing a case study method was employed. Data were gathered from key informants—including institutional leaders, the head of administration, and non-academic staff—through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. Data analysis followed an interactive model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing, validated through source and method triangulation. The findings reveal that the internalization of the *tauhid* paradigm is achieved through systematic structural habituation and spiritual leadership by example. This process successfully fostered an awareness of *muraqabah* (the sense of being under God’s constant watch) and the principle of *itqan* (conscientious excellence in work) among the staff; this transformed routine tasks—such as correspondence and digital archiving—into acts of worship, thereby reducing data errors and improving the quality of public service. The study’s novelty lies in shifting the focus of *tauhid* studies from the traditional emphasis on student curricula toward the actual work ethos of non-academic staff. Theoretically, the study enriches the literature on Islamic human resource management, while practically, it offers an applicable model for private Islamic higher education institutions to build a professional work ecosystem grounded in transcendental spiritual values.