Rendahnya ketertarikan siswa dalam mempelajari Biologi kerap dipicu oleh karakteristik materi yang terlalu abstrak, tingginya ketergantungan pada media cetak yang statis, serta ketimpangan fasilitas laboratorium antar-satuan pendidikan. Berdasarkan dari persoalan tersebut, kajian ini diinisiasi dengan tujuan untuk menguji sejauh mana efektivitas penggunaan Digital Pop-Up Book dalam memantik minat belajar siswa, sekaligus memetakan perannya sebagai solusi taktis di tengah keterbatasan sarana prasarana sekolah. Kajian ini mengadopsi metode studi kepustakaan (Literature Review) melalui teknik analisis isi secara kualitatif terhadap sepuluh artikel ilmiah terpilih yang dihimpun dari basis data Google Scholar, Sinta, ScienceDirect. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa intervensi media virtual tiga dimensi ini secara konsisten mampu mendongkrak fokus perhatian dan partisipasi klasikal peserta didik hingga menembus angka 85%. Kombinasi efek kejutan visual serta penerapan konsep micro-learning di dalam buku digital ini terbukti ampuh mereduksi kelelahan mental akademis sekaligus meluruskan berbagai miskonsepsi struktural pada topik-topik yang rumit. Lebih jauh lagi, kendala minimnya kepemilikan gawai pribadi maupun ketiadaan ruang laboratorium fisik dapat disiasati secara efisien melalui strategi pembelajaran klasikal berbantuan satu unit laptop dan proyektor. Ringkasnya, Digital Pop-Up Book terbukti efektif memperkuat minat belajar siswa dan mampu bertindak sebagai jembatan instruksional yang memangkas kesenjangan mutu fasilitas antarsekolah. Guru diharapkan mulai berani mengonversi bahan ajar cetak menjadi format digital interaktif secara mandiri, sedangkan pihak manajemen sekolah disarankan untuk merekonstruksi anggaran cetak modul tahunan demi pengadaan perangkat proyeksi digital dasar di kelas.