This Author published in this journals
All Journal Ar-Ruhul Ilmi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kurikulum Merdeka Belajar Muh Zaedul Khaer; Rustam Ibrahim, M.Si
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 2 No. 02 (2026): Ar-Ruhul Ilmi : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai kebijakan transformasi pendidikan yang bertujuan menciptakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibel, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21. Namun, berbagai penelitian terdahulu lebih banyak menyoroti aspek implementasi kurikulum, kesiapan guru, dan peningkatan capaian akademik, sementara kajian mengenai hubungan antara kebebasan belajar dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab peserta didik masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kemandirian belajar sekaligus memperkuat karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berhasil mengubah paradigma pembelajaran dari teacher centered learning menjadi student centered learning melalui pembelajaran berdiferensiasi, proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), dan peningkatan partisipasi aktif peserta didik. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kemandirian belajar, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta tanggung jawab sosial peserta didik. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa kebebasan belajar yang menjadi karakteristik utama Kurikulum Merdeka berpotensi menimbulkan penurunan disiplin akademik pada peserta didik yang memiliki regulasi diri rendah. Novelty penelitian ini terletak pada temuan bahwa efektivitas Kurikulum Merdeka tidak hanya ditentukan oleh pemberian kebebasan belajar, tetapi juga oleh integrasi antara student autonomy, self-regulated learning, dan pendidikan karakter. Dengan demikian, keberhasilan Kurikulum Merdeka memerlukan keseimbangan antara fleksibilitas pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik secara berkelanjutan.