This Author published in this journals
All Journal TECHNOLOGIC
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI OIL DRAINER UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN ERGONOMI KERJA MEKANIK DI BENGKEL PT XYZ Ahmad Murtadlo Zaka; Faiyaz Nanditama Heriyanto; Andreas Edi Widyartono; Yohanes Pembabtis Agung Purwoko; Wanda
Technologic Vol 17 No 1 (2026): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/technologic.v17i1.532

Abstract

Penggantian oli mobil merupakan salah satu perawatan rutin yang paling sering dilakukan di bengkel PT XYZ, sehingga mekanik melakukan pekerjaan tersebut secara berulang dengan intensitas tinggi. Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan beberapa permasalahan seperti terjadinya tumpahan oli akibat alat yang kurang memadai dan rendahnya efisiensi kerja karena mekanik harus bolak-balik menuju ruang limbah untuk membuang oli bekas, serta posisi kerja mekanik yang kurang ergonomis. Mekanik membutuhkan waktu kurang lebih 3 menit untuk melakukan aktivitas pembuangan oli bekas pada setiap kendaraan dengan kapasitas oli berkisar antara 3,5-4 L. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan tumpahan oli, meningkatkan efisiensi kerja mekanik, serta memperbaiki posisi kerja mekanik agar lebih ergonomis sehingga dapat mengurangi risiko nyeri dan cedera kerja. Penelitian menggunakan metode Quality Control Circle (QCC) 8 langkah sebagai pendekatan perbaikan kualitas dan produktivitas kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa oil drainer yang dirancang mampu meminimalkan tumpahan oli melalui sistem pengaturan tinggi corong sehingga proses penggantian oli menjadi lebih bersih dan terkontrol. Selain itu, oil drainer dengan kapasitas penampungan 60 L mampu meningkatkan efisiensi waktu kerja dengan menurunkan waktu aktivitas pembuangan oli dari sekitar 48 menit menjadi 3 menit atau sebesar ± 93,75%. Perbaikan juga terlihat pada aspek ergonomi, di mana hasil evaluasi menggunakan REBA menunjukkan penurunan skor dari 9 menjadi 4 yang menandakan tingkat risiko kerja mengalami penurunan secara signifikan.