Untuk kelancaran masyarakat dan perekonomian, jalan merupakan infrastruktur transportasi darat yang sangat penting. Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi masalah kerusakan jalan yang cukup besar. Dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membuat peta spasial dan informatif tentang kondisi jalan, penelitian ini bertujuan untuk menilai jenis dan tingkat kerusakan perkerasan lentur di Jaringan Jalan Kabupaten Jambo Aye, Aceh Utara. Indeks Kerusakan Permukaan (SDI) adalah alat evaluasi visual yang mempertimbangkan distribusi, tingkat keparahan, dan jenis kerusakan untuk mengukur kondisi perkerasan. Dimensi kerusakan (retak, lubang, dan deformasi permukaan) diukur dan koordinat GPS dicatat sebagai bagian dari penilaian lapangan visual untuk pengumpulan data. Setelah itu, hasil survei diubah menjadi skor SDI, yang membagi kondisi jalan menjadi empat kelompok: Baik (<50), Sedang (50-100), Rusak Ringan (101-150), dan Rusak Parah (>150). Peta tematik kondisi jalan dibuat menggunakan temuan analisis akhir dan ArcGIS Pro, sebuah program sistem informasi geografis (SIG). Secara umum, kualitas perkerasan pada bagian-bagian jaringan jalan Distrik Jambo Aye yang diperiksa ditemukan dalam kategori Baik. Analisis SDI kuantitatif memverifikasi bahwa perkerasan tersebut berkinerja sangat baik di sebagian besar segmen jalan, meskipun terdapat identifikasi jenis kerusakan kecil seperti retakan memanjang, retakan melintang, retakan tepi, dan lubang. Penerapan SIG berhasil mentransformasikan data SDI menjadi peta yang secara visual menyoroti lokasi-lokasi spesifik atau "hotspots" yang memiliki tingkat kerusakan incipient tertinggi (walaupun masih tergolong Baik), yang penting untuk diprioritaskan dalam inspeksi dan pemeliharaan preventif. Kombinasi metode SDI dan SIG ini terbukti efektif dalam memberikan alat bantu pengambilan keputusan yang dinamis dan informatif untuk perencanaan pemeliharaan jalan yang tepat sasaran.