Provinsi Gorontalo merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Indonesia dengan potensi ekonomi yang besar. Namun, pemanfaatan jagung di tingkat masyarakat masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diperoleh relatif rendah. Di sisi lain, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan keterampilan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan kemandirian ekonomi kelompok UMKM melalui pengolahan jagung menjadi keripik bernilai jual tinggi di Desa Popalo, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan pendampingan terpadu yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan teknis produksi, penguatan manajemen usaha, pengembangan kemasan produk, serta pemasaran digital berbasis media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam proses produksi, pengemasan, dan pemasaran produk. Produk keripik jagung yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik, variasi rasa yang lebih beragam, serta kemasan yang lebih menarik. Analisis finansial menunjukkan bahwa usaha keripik jagung memiliki prospek ekonomi yang baik dengan biaya produksi sebesar Rp114.500 untuk 50 bungkus produk dan keuntungan kotor sebesar Rp135.500 atau sekitar 118% dari biaya produksi. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas jagung, program ini juga mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal.