Riset ini mengkaji tentang tingkat kecemasan dan rentang menstruasi pada remaja putri. Kehdidupan menginjak remaja merupakan masa yang ditandai dengan berbagai perubahan biologis, psikologis, dan emosional. Pada remaja perempuan, menstruasi menjadi salah satu indikator berfungsinya sistem reproduksi. Namun, pada fase ini masih sering ditemukan berbagai gangguan siklus menstruasi. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah kecemasan. Keadaan cemas dapat meningkatkan produksi hormon stres yang berpotensi mengganggu keseimbangan hormon reproduksi sehingga memengaruhi keteraturan siklus menstruasi. Berdasarkan hasil pengamatan awal di SMP Negeri 2 Mamboro, ditemukan beberapa siswi yang mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi yang diduga berkaitan dengan kecemasan akibat beban akademik, tuntutan sekolah, dan masalah pribadi. Hasil penelitian menghasilkan temuan remaja putri dengan tingkat kecemasan sedang lebih banyak mengalami gangguan siklus menstruasi dibandingkan mereka yang memiliki tingkat kecemasan ringan. Analisis menggunakan uji Spearman Rank menghasilkan nilai p = 0,003 dan koefisien korelasi r = 0,384, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan siklus menstruasi. Oleh sebab itu peningkatan tingkat kecemasan cenderung diikuti oleh meningkatnya risiko terjadinya gangguan siklus menstruasi pada remaja putri.