Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEGAGALAN INTELIJEN AS DALAM KASUS WEAPONS OF MASS DESTRUCTION IRAK 2003 Aliya Shabira Arifin; Anindya Narda Yasmina; Anisa Sekarayu Yuwana; Cindy Rizky Az Zahra; Agnes Sihombing; Abigail Febrianti; Ivandra Solihin
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Invasi Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003 didasarkan pada keyakinan bahwa rezim Saddam Hussein memiliki program Weapons of Mass Destruction (WMD). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan intelijen AS dalam menilai keberadaan WMD serta pengaruhnya terhadap legitimasi invasi Irak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui analisis literatur, laporan investigasi, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan intelijen dipengaruhi oleh keterbatasan sumber informasi, bias kognitif analis, asumsi yang keliru, serta politisasi intelijen dalam proses pengambilan keputusan. Pembahasan mengungkap bahwa informasi yang lemah dan ambigu ditafsirkan sebagai bukti keberadaan WMD sehingga memperkuat narasi ancaman Irak. Simpulan penelitian ini adalah bahwa kegagalan intelijen AS merupakan hasil interaksi antara kesalahan analitis dan tekanan politik yang menghasilkan penilaian ancaman yang tidak akurat serta menjadi dasar justifikasi invasi Irak tahun 2003.
Ekosistem Intelijen Five Eyes dan Lahirnya AUKUS 2021: Implikasi bagi Posisi Strategis Indonesia dalam Indo-Pasifik Nazala Fiolani; Anisa Nursakinah; Sabila Fajrin Achmadi; Jeremia Hutabarat; Hanggar Angkasawan; Nadhif Rajendra Ahmad Zein; Ivandra Solihin
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 6 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juni 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20818752

Abstract

Artikel ini mengkaji secara mendalam pembentukan aliansi AUKUS 2021 sebagai ekosistem intelijen Five Eyes (FVEY) beserta dampaknya pada posisi strategis Indonesia di wilayah Indo-Pasifik. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan studi literatur yang berisi analisis bagaimana intelijen berevolusi menjadi faktor utama dalam perumusan kebijakan luar negeri. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa AUKUS adalah bentuk dari eksklusivitas, kerahasiaan dan integrasi kepercayaan jangka panjang anggota FVEY. Sifatnya yang ekslusif tersebut membuat tantangan tersendiri bagi intelijen Indonesia dan pastinya menutup akses informasi strategis yang dimana Indonesia terbukti pernah menjadi target penyadapan FVEY. Selain itu, Indonesia dipaksa menanggung konsekuensi langsung dari eskalasi militer di wilayah perairan Indonesia karena perhitungan dari FVEY yang sangat tertutup. Melemahnya posisi ASEAN sebagai tuas diplomasi utama pada akhirnya secara sistematis menggerus daya tawar dan pengaruh geopolitik di kawasan.