Syarifudin Yunus
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indraprasta PGRI, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERPRETASI MAKNA KEHILANGAN DALAM LIRIK LAGU BERJUDUL “TERBUANG DALAM WAKTU” CIPTAAN BARASUARA Dias Mochamad Septavira; Muhammad Ruhaendi; Syarifudin Yunus
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan makna kehilangan dalam lirik lagu “Terbuang dalam Waktu” karya Barasuara. Penelitian dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media ekspresi pengalaman emosional dan refleksi kehidupan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat dalam lirik lagu yang mengandung makna kehilangan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kehilangan direpresentasikan melalui tiga aspek utama, yaitu perubahan relasi akibat proses pendewasaan, luka emosional yang mendalam, serta harapan dan cinta yang tetap bertahan di tengah rasa kehilangan. Kehilangan dalam lirik lagu ini tidak hanya dimaknai sebagai perpisahan fisik, tetapi juga sebagai perubahan perasaan dan jarak emosional. Dengan demikian, lirik lagu “Terbuang dalam Waktu” menggambarkan kehilangan sebagai pengalaman yang kompleks dan multidimensional, yang mencerminkan dinamika kehidupan manusia dalam menghadapi perubahan, rasa sakit, dan harapan.
ANALISIS PSIKOLOGI TERHADAP TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PLANET LUNA KARYA RAY ANTARIKSA YASMINE Yati Satya Bayu Putri; Putri Rosmala Dewi; Syarifudin Yunus
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh Luna dalam novel berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud yang meliputi id, ego, dan superego. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian bersumber dari novel Planet Luna karya Ray Antariksa Yasmine dan berupa kutipan-kutipan yang merepresentasikan aspek id, ego, dan superego tokoh utama. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud melalui tahap identifikasi, pengelompokan, dan penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 120 data yang terdiri atas 63 data id (52,5%), 43 data ego (35,8%), dan 14 data superego (11,7%). Aspek id menjadi struktur kepribadian yang paling dominan karena tokoh Luna lebih banyak dipengaruhi oleh dorongan emosional berupa rasa takut, kecemasan, kesepian, dan kebutuhan akan penerimaan sosial. Aspek ego terlihat melalui kemampuan Luna menyesuaikan diri dengan realitas dan lingkungan sosialnya, sedangkan aspek superego tampak melalui nilai moral dan norma sosial yang diperoleh dari keluarga maupun sahabatnya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perkembangan kepribadian tokoh Luna berlangsung secara dinamis melalui interaksi antara id, ego, dan superego, dengan dominasi aspek id sebagai faktor utama yang memengaruhi perilaku tokoh sepanjang cerita.
ANALISIS KAJIAN STRUKTURAL DALAM CERPEN AKU "BERBICARA DENGAN VERSI DIRIKU YANG LAIN" Divania Romantika Putri; Marliana Dwi Indrayani; Syarifudin Yunus
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas cerpen Aku Berbicara dengan Versi Diriku yang Lain menggunakan pendekatan structural untuk mengetahui bagaimana unsur-unsur intrinsik dalam cerpen saling berkaitan dan membentuk makna cerita secara utuh. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik membaca, mencatat, dan analisis teks. Penelitian ini menyimpulkan Cerpen Aku ‘Berbicara dengan Versi Diriku yang Lain’” menunjukkan bahwa keseluruhan unsur intrinsik dalam cerpen saling berkaitan dan membentuk kesatuan struktur dan cerita yang utuh. Tema tentang pergulatan identitas dan konflik batin didukung oleh alur reflektif, penokohan yang kuat, penggunaan sudut pandang orang pertama, serta latar yang menggambarkan suasana emosional tokoh utama. Struktur cerita dibangun secara mendalam melalui dialog internal antara tokoh dengan “versi dirinya yang lain” sehingga mampu menghadirkan ketegangan psikologis dan makna eksistensial yang kuat. Pendekatan struktural dapat mengungkap bagaimana pengarang memanfaatkan hubungan antarunsur intrinsik untuk menyampaikan pesan tentang penerimaan diri, pencarian jati diri, dan pergulatan manusia dengan sisi lain dalam dirinya. Melalui gaya bahasa yang sederhana namun komunikatif membuat isi cerita mudah dipahami pebaca tanpa mengurangi nilai estetikanya. Amanat yang disampaikan mendorong pembaca untuk lebih mengenali, menerima, dan menghargai diri sendiri sebagai bagian dari proses pendewasaan. Kajian struktural terbukti efektif dalam mengungkap keterkaitan antarunsur pembangun cerpen sehingga makna, pesan, dan nilai sastra yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara lebih mendalam.