Syarifudin Yunus
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Indra Prasta PGRI, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI HARAPAN DAN KESEDIHAN MELALUI SIMBOL HUJAN DALAM CERPEN RINDUKU SEDERAS HUJAN SORE ITU KARYA JS KHAIREN Matius Patmono; Sri Gunawan; Bintang Sadam Ridho Alrasyad; Syarifudin Yunus
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simbol adalah sebuah tanda atau gambaran yang merepresentasikan suatu konsep, objek, atau ide. Simbol dapat memiliki arti dan makna yang bervariasi tergantung pada konteks dan budaya yang menggunakannya. Simbol hujan dan pelangi melambangkan harapan, pemulihan, dan keindahan yang muncul setelah masa-masa sulit (badai/hujan). Pelangi sering dimaknai sebagai perjanjian, kasih sayang, dan janji Tuhan untuk membawa kedamaian setelah kesedihan, sementara hujan melambangkan pembersihan, pertumbuhan, dan awal yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mempresentasikan harapan dan kesedihan melalui simbol hujan dan pelangi dalam cerpen “Rinduku Sederas Hujan Sore Itu” karya JS Khairen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data berupa kutipan-kutipan yang mengandung simbol dalam cerpen. Hasilnya menunjukkan bahwa hujan merepresentasikan kesedihan dan kerinduan yang mendalam, sedangkan pelangi melambangkan harapan dan kebahagiaan setelah penderitaan. Keduanya memiliki hubungan yang erat sebagai gambaran siklus emosi manusia. Dengan demikian, simbol hujan dan pelangi memperkuat makna emosional dan pesan dalam cerpen.
KAJIAN SEMIOTIK DALAM PUISI “ASA YANG BERSEMAYAM” KARYA DANI RONNIE M Kamelia Saputri; Ina Sakinah; Syarifudin Yunus
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem tanda dan makna yang terkandung dalam puisi “Asa yang Bersemayam” karya Dani Ronnie M melalui pendekatan semiotik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Data penelitian berupa kata, frasa, larik, dan bait dalam puisi yang mengandung unsur-unsur semiotik. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan tanda berdasarkan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Asa yang Bersemayam” dibangun oleh sistem tanda yang berlapis, meliputi tanda ikonis, indeksikal, dan simbolik yang saling berkaitan dalam membentuk makna tentang harapan, keteguhan, dan semangat hidup. Makna yang dihasilkan tidak hanya berada pada tataran denotatif, tetapi juga berkembang ke tingkat konotatif dan mitologis melalui simbol-simbol seperti asa, bersemayam, pengembaraan, dan kita. Struktur puisi membentuk pola dialektis yang memperlihatkan hubungan antara penderitaan, harapan, dan tekad untuk terus melangkah. Selain itu, penggunaan repetisi gradatif pada bait penutup menjadi strategi semiotik yang efektif dalam menegaskan transformasi makna dari kehendak menuju kewajiban. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kajian semiotik terhadap puisi “Asa yang Bersemayam” karya Dani Ronnie M, dapat diyatakan bahwa puisi ini dibangun oleh berbagai tanda, simbol, dan metafora yang saling berkaitan dalam membentuk makna tentang harapan, keteguhan, dan semangat hidup. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pendekatan semiotik merupakan instrumen yang efektif untuk mengungkap lapisan makna dalam karya sastra Indonesia kontemporer.