Devin Gusnanda
Program Studi Pasca Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Galuh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PRAKTIK REKRUTMEN, PELATIHAN, DAN PENGEMBANGAN SDM TERHADAP RETENSI KARYAWAN: STUDI PUSTAKA Devin Gusnanda; Ading Rahman Sukmara; Ferey Herman
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retensi karyawan merupakan isu strategis dalam manajemen sumber daya manusia (SDM), mengingat tingginya angka turnover dapat meningkatkan biaya rekrutmen dan pelatihan ulang bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara praktik rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan SDM terhadap retensi karyawan berdasarkan kajian literatur dari berbagai penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), yang menelaah sepuluh artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi, terindeks pada Google Scholar, SINTA, dan Scopus, yang diterbitkan pada rentang tahun 2021 hingga 2025. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, persamaan, dan perbedaan temuan antarpenelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa hubungan antara rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan dengan retensi karyawan bersifat kompleks dan tidak selalu linear; sejumlah penelitian menemukan pengaruh positif signifikan, sementara penelitian lain menunjukkan hasil yang tidak signifikan, dengan kompensasi dan promosi jabatan sering kali menjadi faktor yang lebih dominan. Variabel moderasi seperti lingkungan kerja dan variabel mediasi seperti kepuasan kerja turut memengaruhi kekuatan hubungan tersebut secara kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi retensi karyawan yang efektif memerlukan pendekatan terintegrasi yang mempertimbangkan karakteristik sektor industri, budaya organisasi, dan kebutuhan spesifik karyawan, alih-alih menerapkan kebijakan SDM yang bersifat generik dan seragam di seluruh jenis organisasi