Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Deskriptif Habitus Kebersihan Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah di Kalangan Santri Pondok Pesantren Khairul Ummah 2 Pekanbaru Eka Nurliana; Teguh Widodo
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran lingkungan santri melalui sistem pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Khairul Ummah 2 Pekanbaru dengan menggunakan perspektif Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik sensus. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh santri Pondok Pesantren Khairul Ummah 2 Pekanbaru yang berjumlah 132 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert untuk mengukur dua variabel utama, yaitu sistem pengelolaan sampah sebagai variabel bebas dan kesadaran lingkungan sebagai variabel terikat. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan statistik persentase dan mean untuk menggambarkan distribusi jawaban responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di pesantren berperan signifikan dalam membentuk kesadaran lingkungan santri melalui empat tahap yang berkesinambungan. Tahap pertama, Internalisasi Nilai, terjadi ketika Arena pesantren difungsikan sebagai ruang penanaman wawasan keagamaan dan kesehatan lingkungan. Tahap kedua, Kepatuhan Arena Terstruktur, menerjemahkan wawasan tersebut ke dalam praktik harian melalui program "Bulis" dan "Operasi Semut" yang dilakukan berulang di bawah keteladanan ustadz. Tahap ketiga, Kepatuhan Kompetitif Bulanan, menjaga konsistensi perilaku kolektif melalui Lomba Kebersihan Asrama. Tahap terakhir, Reproduksi Praktis Mandiri, menandai matangnya kebiasaan bersih menjadi disposisi menetap ketika Bank Sampah dikelola transparan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh santri. Dengan demikian, Arena menyediakan struktur latihan, praktik harian menyediakan pengulangan, dan kompetisi menyediakan penguat sosial hingga perilaku bersih mengkristal menjadi habitus pada santri.
Analisis Deskriptif Habitus Kebersihan Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah di Kalangan Santri Pondok Pesantren Khairul Ummah 2 Pekanbaru Eka Nurliana; Teguh Widodo
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran lingkungan santri melalui sistem pengelolaan sampah di Pondok Pesantren Khairul Ummah 2 Pekanbaru dengan menggunakan perspektif Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik sensus. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh santri Pondok Pesantren Khairul Ummah 2 Pekanbaru yang berjumlah 132 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert untuk mengukur dua variabel utama, yaitu sistem pengelolaan sampah sebagai variabel bebas dan kesadaran lingkungan sebagai variabel terikat. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan statistik persentase dan mean untuk menggambarkan distribusi jawaban responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di pesantren berperan signifikan dalam membentuk kesadaran lingkungan santri melalui empat tahap yang berkesinambungan. Tahap pertama, Internalisasi Nilai, terjadi ketika Arena pesantren difungsikan sebagai ruang penanaman wawasan keagamaan dan kesehatan lingkungan. Tahap kedua, Kepatuhan Arena Terstruktur, menerjemahkan wawasan tersebut ke dalam praktik harian melalui program "Bulis" dan "Operasi Semut" yang dilakukan berulang di bawah keteladanan ustadz. Tahap ketiga, Kepatuhan Kompetitif Bulanan, menjaga konsistensi perilaku kolektif melalui Lomba Kebersihan Asrama. Tahap terakhir, Reproduksi Praktis Mandiri, menandai matangnya kebiasaan bersih menjadi disposisi menetap ketika Bank Sampah dikelola transparan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh santri. Dengan demikian, Arena menyediakan struktur latihan, praktik harian menyediakan pengulangan, dan kompetisi menyediakan penguat sosial hingga perilaku bersih mengkristal menjadi habitus pada santri.