Rendahnya minat membaca siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di era digital. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dan dominasi penggunaan gawai menyebabkan siswa lebih tertarik pada konten digital dibandingkan bahan bacaan konvensional. Kondisi ini menuntut guru untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Artikel ini bertujuan menganalisis potensi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks digital sebagai alternatif solusi untuk meningkatkan minat membaca siswa kelas tinggi sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai hasil penelitian dan berita daring terkait rendahnya literasi membaca siswa di Indonesia. Salah satu berita yang menjadi dasar analisis adalah laporan mengenai masih ditemukannya peserta didik yang mengalami kesulitan membaca pada jenjang pendidikan menengah "Kenapa Ratusan Pelajar SMP Tidak Bisa Baca Tulis?" yang dipublikasikan oleh CNN Indonesia pada tahun 2025, yang menunjukkan bahwa masalah literasi dasar belum sepenuhnya teratasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan teks digital, seperti berita daring, artikel edukatif, komik digital, dan cerita interaktif, mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca karena lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan digital mereka. Selain meningkatkan minat membaca, pemanfaatan teks digital juga mendorong kemampuan berpikir kritis, literasi informasi, dan keterampilan memahami isi bacaan. Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks digital dapat menjadi strategi yang relevan untuk mengatasi rendahnya minat membaca siswa kelas tinggi SD sekaligus memperkuat kompetensi literasi pada era digital.