Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konsep Sa'adah Sebagai Tujuan Akhir Pendidikan dalam Filsafat Al-Farabi Amisah Amisah; Siti Mahmudah Noorhayati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep sa'adah (kebahagiaan sejati) sebagai tujuan akhir pendidikan dalam filsafat Al-Farabi, serta menganalisis bagaimana konsep tersebut membentuk struktur, jenjang, dan orientasi sistem pendidikan yang dirumuskannya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis kepustakaan (library research) dengan analisis isi dan hermeneutika filosofis terhadap karya primer Al-Farabi, terutama Mabādi' Ārā' Ahl al-Madīna al-Fāḍila dan Iḥṣā' al-'Ulūm, yang dikuatkan dengan kajian sistematis atas literatur sekunder berupa artikel jurnal terbitan terbaru. Hasil: Sa'adah dalam pemikiran Al-Farabi merupakan puncak kesempurnaan jiwa manusia yang dicapai melalui perpaduan empat keutamaan—teoritis, pemikiran (deliberatif), moral, dan praktis—serta melalui jenjang perkembangan akal dari akal potensial menuju akal mustafad yang terhubung dengan akal aktif (al-'aql al-fa'āl). Pendidikan dalam kerangka ini dirancang secara hierarkis: dimulai dari bahasa dan logika, berlanjut ke ilmu-ilmu matematis dan alam, lalu metafisika, dan bermuara pada ilmu-ilmu praktis (etika dan politik), dengan kebahagiaan sosial-politik dalam al-madīna al-fāḍila (kota/negara utama) sebagai penopang kebahagiaan individual. Pembahasan mengaitkan temuan ini dengan teori pendidikan karakter kontemporer dan menunjukkan bahwa pemikiran Al-Farabi menawarkan resolusi atas dualisme kognisi-karakter yang masih menjadi problem pendidikan modern. Kontribusi: Penelitian ini menyumbangkan kerangka konseptual “pendidikan berorientasi sa'adah” (sa'adah-oriented education) sebagai rujukan filosofis bagi perumusan tujuan dan kurikulum pendidikan, khususnya pendidikan Islam, yang berorientasi pada keseimbangan intelektual, moral, dan sosial.
Konsep Sa'adah Sebagai Tujuan Akhir Pendidikan dalam Filsafat Al-Farabi Amisah Amisah; Siti Mahmudah Noorhayati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.547

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep sa'adah (kebahagiaan sejati) sebagai tujuan akhir pendidikan dalam filsafat Al-Farabi, serta menganalisis bagaimana konsep tersebut membentuk struktur, jenjang, dan orientasi sistem pendidikan yang dirumuskannya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis kepustakaan (library research) dengan analisis isi dan hermeneutika filosofis terhadap karya primer Al-Farabi, terutama Mabādi' Ārā' Ahl al-Madīna al-Fāḍila dan Iḥṣā' al-'Ulūm, yang dikuatkan dengan kajian sistematis atas literatur sekunder berupa artikel jurnal terbitan terbaru. Hasil: Sa'adah dalam pemikiran Al-Farabi merupakan puncak kesempurnaan jiwa manusia yang dicapai melalui perpaduan empat keutamaan—teoritis, pemikiran (deliberatif), moral, dan praktis—serta melalui jenjang perkembangan akal dari akal potensial menuju akal mustafad yang terhubung dengan akal aktif (al-'aql al-fa'āl). Pendidikan dalam kerangka ini dirancang secara hierarkis: dimulai dari bahasa dan logika, berlanjut ke ilmu-ilmu matematis dan alam, lalu metafisika, dan bermuara pada ilmu-ilmu praktis (etika dan politik), dengan kebahagiaan sosial-politik dalam al-madīna al-fāḍila (kota/negara utama) sebagai penopang kebahagiaan individual. Pembahasan mengaitkan temuan ini dengan teori pendidikan karakter kontemporer dan menunjukkan bahwa pemikiran Al-Farabi menawarkan resolusi atas dualisme kognisi-karakter yang masih menjadi problem pendidikan modern. Kontribusi: Penelitian ini menyumbangkan kerangka konseptual “pendidikan berorientasi sa'adah” (sa'adah-oriented education) sebagai rujukan filosofis bagi perumusan tujuan dan kurikulum pendidikan, khususnya pendidikan Islam, yang berorientasi pada keseimbangan intelektual, moral, dan sosial.
Evaluasi Implementasi E-Learning Berbasis Model CIPP dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Amisah Amisah; Isnaini Septemiarti; Iwan Agus Supriono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.595

Abstract

Pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terus meningkat seiring perkembangan teknologi informasi, tetapi evaluasi terhadap keberhasilan implementasinya masih jarang dilakukan secara komprehensif, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagian besar kajian evaluasi e-learning yang tersedia berfokus pada mata pelajaran umum atau jenjang pendidikan tinggi, sementara dimensi afektif dan spiritual yang menjadi ciri khas pembelajaran PAI—seperti pembentukan akhlak dan praktik ibadah—belum banyak diakomodasi dalam kerangka evaluasi program pembelajaran daring yang ada. Kesenjangan inilah yang mendasari artikel ini. Tujuan artikel ini adalah menganalisis implementasi e-learning dalam pembelajaran PAI menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam, sekaligus menawarkan kerangka evaluasi yang lebih peka terhadap karakter khas PAI. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang menelaah literatur dan dokumen terkait implementasi e-learning di lingkungan sekolah berbasis keagamaan, dengan SMP Al-Hidayah digunakan sebagai ilustrasi kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi konteks mengungkap perlunya penyelarasan tujuan kurikulum PAI dengan karakteristik pembelajaran daring; evaluasi masukan menyoroti kesenjangan kompetensi digital guru PAI serta keterbatasan materi ajar keagamaan yang interaktif; evaluasi proses memperlihatkan tantangan menjaga kualitas interaksi dan internalisasi nilai selama pembelajaran daring; sedangkan evaluasi hasil mengindikasikan bahwa capaian kognitif relatif lebih mudah diukur dibandingkan capaian afektif dan psikomotorik berupa praktik ibadah. Artikel ini merekomendasikan pengembangan instrumen evaluasi e-learning PAI yang secara khusus mengakomodasi dimensi spiritual dan karakter, tidak hanya aspek kognitif, serta perlunya validasi empiris lebih lanjut atas kerangka konseptual yang diusulkan.
Evaluasi Implementasi E-Learning Berbasis Model CIPP dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Amisah Amisah; Isnaini Septemiarti; Iwan Agus Supriono
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.595

Abstract

Pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terus meningkat seiring perkembangan teknologi informasi, tetapi evaluasi terhadap keberhasilan implementasinya masih jarang dilakukan secara komprehensif, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagian besar kajian evaluasi e-learning yang tersedia berfokus pada mata pelajaran umum atau jenjang pendidikan tinggi, sementara dimensi afektif dan spiritual yang menjadi ciri khas pembelajaran PAI—seperti pembentukan akhlak dan praktik ibadah—belum banyak diakomodasi dalam kerangka evaluasi program pembelajaran daring yang ada. Kesenjangan inilah yang mendasari artikel ini. Tujuan artikel ini adalah menganalisis implementasi e-learning dalam pembelajaran PAI menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam, sekaligus menawarkan kerangka evaluasi yang lebih peka terhadap karakter khas PAI. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang menelaah literatur dan dokumen terkait implementasi e-learning di lingkungan sekolah berbasis keagamaan, dengan SMP Al-Hidayah digunakan sebagai ilustrasi kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi konteks mengungkap perlunya penyelarasan tujuan kurikulum PAI dengan karakteristik pembelajaran daring; evaluasi masukan menyoroti kesenjangan kompetensi digital guru PAI serta keterbatasan materi ajar keagamaan yang interaktif; evaluasi proses memperlihatkan tantangan menjaga kualitas interaksi dan internalisasi nilai selama pembelajaran daring; sedangkan evaluasi hasil mengindikasikan bahwa capaian kognitif relatif lebih mudah diukur dibandingkan capaian afektif dan psikomotorik berupa praktik ibadah. Artikel ini merekomendasikan pengembangan instrumen evaluasi e-learning PAI yang secara khusus mengakomodasi dimensi spiritual dan karakter, tidak hanya aspek kognitif, serta perlunya validasi empiris lebih lanjut atas kerangka konseptual yang diusulkan.