Bencana banjir dahsyat di Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif dan pemadaman listrik total selama lebih dari tiga minggu. Kondisi ini menyebabkan isolasi komunikasi bagi warga Desa Kasih Sayang, Kecamatan Manyak Payed, serta menghambat koordinasi bantuan medis dan logistik. Tujuan dari program pengabdian ini adalah menyediakan sumber energi mandiri untuk mendukung resiliensi komunitas pascabencana. Metodologi pelaksanaan program ini mengadopsi prinsip Community-Based Disaster Management (CBDM) yang mencakup tahapan utama seperti sosialisasi dan koordinasi dengan pemerintah desa, penerapan teknologi melalui instalasi perangkat, pelatihan operasional bagi kader desa, pendampingan serta evaluasi dampak, dan diakhiri dengan serah terima aset untuk keberlanjutan program. Fokus utama kegiatan ini adalah pengadaan teknologi inovasi berupa Portable Power Station (PPS). Hasil dari kegiatan ini adalah tersedianya Emergency Charging Station yang mampu mengisi daya ponsel pintar dalam satu siklus pengisian serta menyediakan penerangan konstan selama lebih dari 12 jam. Pembahasan menunjukkan bahwa solusi ini lebih efektif dibandingkan genset konvensional karena bersifat portabel, bebas emisi, dan tidak bergantung pada bahan bakar fosil yang sulit didapat saat banjir. Kesimpulannya, pengadaan perangkat penyimpan daya portabel ini berhasil memulihkan jalur komunikasi dan memberikan kemandirian energi bagi warga, sekaligus menjadi aset investasi desa dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.