Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemulihan Ekonomi Pascabanjir melalui Penyediaan Pupuk dan Penguatan Komoditas Jagung di Desa Gelanggang Merak Putri Fikadilah Siregar; Dian Aswatul Sinurat; Muhammad Ferah Yosantia; Rikza Rikza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.363

Abstract

Bencana banjir yang terjadi pada Desember 2025 di Desa Gelanggang Merak, Kabupaten Aceh Tamiang, memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian dan kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya berupa penurunan kesuburan tanah, keterbatasan akses sarana produksi, serta penurunan produktivitas dan pendapatan petani. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian pascabanjir, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan partisipatif (participatory approach) melalui observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan difokuskan pada penyediaan sarana produksi pertanian berupa 150 kg pupuk organik, 100 kg pupuk urea, 100 kg pupuk NPK 16-16-16, serta 8 paket benih jagung yang didistribusikan kepada 11 kelompok tani, disertai pendampingan teknis budidaya.  Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program ini mampu mempercepat pemulihan kondisi lahan pertanian yang terdampak banjir, meningkatkan ketersediaan sarana produksi, serta mendorong dimulainya kembali aktivitas budidaya jagung sebagai komoditas unggulan desa. Selain itu, program ini memberikan dampak pada efisiensi biaya produksi sebesar 30,11%, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi petani dalam kegiatan usaha tani. Secara keseluruhan, program PKM ini berkontribusi positif terhadap pemulihan ekonomi pascabanjir melalui penguatan sektor pertanian berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.