Muhammad Nugraha
Telkom University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN APLIKASI EDUKASI INTERAKTIF UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMK MUHAMMADIYAH HAURWANGI CIANJUR Muhammad Nugraha; Pikir Wisnu Wijayanto; Wawa Wikusna; Mutia Qana’a
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan prototipe aplikasi edukasi interaktif berbasis multimedia di SMK Muhammadiyah Haurwangi, Kabupaten Cianjur sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran vokasional. Permasalahan mitra yang diidentifikasi meliputi kesenjangan literasi digital siswa, keterbatasan kapasitas guru dalam mengintegrasikan teknologi pembelajaran, serta belum tersedianya sistem monitoring pembelajaran berbasis data yang memadai. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan guru, siswa, orang tua, dan manajemen sekolah melalui enam tahapan: analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan prototipe, uji coba terbatas, pelatihan dan pendampingan implementasi, serta evaluasi efektivitas program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi aplikasi edukasi interaktif secara signifikan meningkatkan literasi digital guru dan siswa, motivasi belajar, partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta hasil belajar siswa. Rata-rata nilai post-test siswa meningkat sebesar 18,7% dibandingkan pre-test, sementara tingkat kepuasan pengguna terhadap aplikasi mencapai 84,3%. Guru melaporkan peningkatan efisiensi evaluasi pembelajaran berbasis data, sedangkan keterlibatan orang tua dalam pemantauan perkembangan belajar anak meningkat secara signifikan. Dampak jangka panjang program diarahkan pada penguatan ekosistem pendidikan vokasional berbasis teknologi yang dapat direplikasi pada SMK lain.
DIGITALISASI ADMINISTRASI SURAT DAN SISTEM PENDATAAN WARGA PADA RT 10 RW 04 HARAPAN BARU I, BEKASI BARAT Muhammad Nugraha; Robbi Hendriyanto; Muhammad Yusuf Ramadhan; Alya Permata Nur Fajri
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Administrasi publik di tingkat Rukun Tetangga (RT) masih banyak mengandalkan proses manual yang rentan terhadap berbagai kesalahan, di antaranya duplikasi data, ketidaksesuaian informasi kependudukan, kesalahan pengisian surat, serta risiko kehilangan arsip fisik. Kondisi ini khususnya dirasakan di kawasan urban dengan mobilitas tinggi seperti RT10 RW04 Perum Harapan Baru I, Bekasi Barat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Aplikasi Surat Digital dan Sistem Pendataan Warga (e-RT10) berbasis web responsif guna mentransformasi tata kelola administrasi lingkungan menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan utama: identifikasi kebutuhan melalui observasi dan wawancara mendalam, pengembangan dan kustomisasi aplikasi, pelatihan serta pendampingan teknis kepada pengurus RT, dan evaluasi berkala pascaimplementasi. Evaluasi program dilakukan melalui parameter kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, pengukuran terhadap 30 sampel surat selama empat minggu pascaimplementasi menunjukkan bahwa waktu pemrosesan surat pengantar berhasil dipangkas dari baseline rata-rata satu hari kerja (±480 menit) menjadi rata-rata 12,4 menit per surat (efisiensi >93%), tingkat kesalahan pengisian data turun dari 40–50% menjadi 3,3% (mendekati nol persen), dan seluruh data kependudukan warga berhasil dimigrasi ke sistem digital dalam satu database terintegrasi. Secara kualitatif, hasil kuesioner kepuasan berskala Likert yang disebarkan kepada 32 responden (28 warga dan 4 pengurus RT) menggunakan teknik purposive sampling menunjukkan bahwa lebih dari 85% responden menyatakan puas terhadap kemudahan, kecepatan, dan keakuratan layanan administrasi berbasis digital. Pengurus RT berhasil mengoperasikan sistem secara mandiri pasca-pendampingan.