Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi pemberdayaan melalui dialog keluarga, pengambilan keputusan partisipatif, dan penguatan peran perempuan berfungsi sebagai strategi perubahan sosial dalam membangun hubungan yang lebih setara dalam keluarga pasangan kerah biru di Jabodetabek (Jabodetabek). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menganalisis praktik komunikasi pemberdayaan pada keluarga pasangan kerah biru di Jabodetabek melalui teknik purposive sampling dengan sepuluh pasangan suami istri sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan studi dokumentasi yang dipandu oleh dimensi dialog, partisipasi, pemberdayaan, dan agensi dalam teori Komunikasi untuk Perubahan Sosial Thomas Tufte. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, tampilan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi, sedangkan validitas data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknis, dan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemberdayaan melalui dialog keluarga, pengambilan keputusan partisipatif, dan penguatan peran perempuan dapat mendorong perubahan hubungan yang lebih setara dalam keluarga pasangan kerah biru di Jabodetabek. Praktik komunikasi dialogis meningkatkan partisipasi perempuan dalam manajemen ekonomi, pengambilan keputusan, dan berbagai kegiatan sosial, sehingga memperkuat ketahanan keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi pemberdayaan adalah strategi perubahan sosial yang efektif karena membangun dialog, partisipasi, pemberdayaan, dan agensi yang berkelanjutan dalam kehidupan keluarga.