Kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kesiapan belajar peserta didik, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Pada kelas rendah, peserta didik berada pada tahap perkembangan yang memerlukan dukungan emosional untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan belajar dan mencapai perkembangan akademik yang optimal. Namun, dalam praktik pendidikan, aspek emosional sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan aspek kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kecerdasan emosional dan kesiapan belajar peserta didik kelas rendah di sekolah dasar dari perspektif pedagogik berbasis perkembangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas peserta didik kelas I, II, dan III pada salah satu sekolah dasar negeri di wilayah perkotaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan pendidik dan orang tua, serta studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki kecerdasan emosional tinggi cenderung menunjukkan kesiapan belajar yang lebih baik, baik dari aspek kognitif maupun afektif. Selain itu, lingkungan keluarga yang suportif dan iklim kelas yang positif berperan penting dalam mengembangkan kecerdasan emosional peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan emosional perlu diintegrasikan dalam praktik pembelajaran untuk mendukung kesiapan belajar dan keberhasilan peserta didik secara optimal.