Perkembangan industri ritel modern telah menciptakan ruang partisipasi ekonomi yang luas bagi perempuan, sekaligus menghadirkan dinamika baru dalam relasi kerja, etika bisnis, dan praktik ketenagakerjaan. Di tengah dominasi logika kapitalisme ritel yang berorientasi pada efisiensi dan keuntungan, muncul pertanyaan mengenai relevansi nilai-nilai kewirausahaan profetik dalam membentuk praktik kerja yang adil dan bermartabat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik ketenagakerjaan perempuan di Matahari Department Store melalui perspektif kewirausahaan profetik dan studi gender. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan kerangka nilai kewirausahaan profetik yang meliputi shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam operasional bisnis ritel, khususnya dalam pelayanan pelanggan, komunikasi, dan pembentukan kepercayaan konsumen. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa nilai-nilai kewirausahaan profetik tidak hanya hadir sebagai konsep normatif, tetapi juga tercermin dalam praktik kerja sehari-hari melalui kejujuran, tanggung jawab, profesionalisme, dan kemampuan komunikasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa hubungan antara kewirausahaan profetik dan kapitalisme ritel tidak selalu bersifat kontradiktif, melainkan dapat saling berinteraksi dalam membentuk lingkungan kerja yang produktif dan berorientasi pada pelayanan. Novelty penelitian ini terletak pada upaya mengintegrasikan perspektif kewirausahaan profetik, studi gender, dan ketenagakerjaan perempuan dalam konteks industri ritel modern, yang selama ini masih relatif terbatas dalam kajian ekonomi syariah. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan budaya kerja yang berkeadilan gender dan berbasis nilai etika sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.