This Author published in this journals
All Journal Jurnal EMPATI
Rizky Putra Santosa
Departemen of Psychology, Universitas Negeri Surabaya, JL. Lidah Wetan, Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, Indonesia, 60213

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DURASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DAN SOCIAL MEDIA FATIGUE PADA REMAJA AWAL Kirani Dyah Puspita; Rizky Putra Santosa
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 03, Tahun 2026 (Juni 2026)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2026.54779

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh durasi penggunaan media sosial terhadap tingkat social media fatigue pada remaja awal. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional prediktif dengan melibatkan 277 siswa SMP Kabupaten Jombang, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Social media fatigue diukur menggunakan Social Media Fatigue Scale (SMFS) yang terdiri atas 15 item dan telah diadaptasi ke dalam konteks Indonesia. Sedangkan durasi penggunaan media sosial diukur melalui pertanyaan self-report mengenai rata-rata waktu penggunaan harian. Analisis data dilakukan dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap social media fatigue (β = –0,131; p = 0,029), namun besarnya kontribusi tergolong rendah (R² = 0,017). Arah hubungan negatif mengindikasikan bahwa penggunaan media sosial yang lebih lama tidak selalu meningkatkan kelelahan digital, dan remaja dengan durasi penggunaan tinggi justru menunjukkan tingkat fatigue yang sedikit lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa durasi penggunaan bukan prediktor utama social media fatigue, sehingga faktor lain seperti bentuk penggunaan, tekanan kognitif dan emosional, serta regulasi diri kemungkinan lebih menentukan. Penelitian ini menekankan pentingnya literasi digital dan pola penggunaan media sosial yang lebih adaptif untuk mencegah kelelahan digital pada remaja.