Sholeh Hidayat
Program Studi Magister Teknologi Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kota Serang, Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Guru Indonesia: Di Antara Birokrasi, Kurikulum, Transformasi Digital, dan Kesejahteraan Sosial Agus Helfi Rahman; Novia Tryas Putri; Sholeh Hidayat
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 10 No. 1 (2025): January 2025 Edition
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i1.889

Abstract

Potret pendidikan nasional kita dapat dikatakan belum berjalan secara optimal sesuai tujuannya. Bila dibandingkan dengan pencapaian kualitas sumber daya manusia negara-negara maju, kita harus mengakui masih tertinggal jauh. Bahkan dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, atau Vietnam pun, kita juga tertinggal. Kajian ini bertujuan menggali dan memetakan empat masalah pada sebagian guru yang dianggap menjadi beban mental mereka dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik. Keempat masalah tersebut adalah daya dukung birokrasi, dilema pergantian kurikulum, tantangan era digital, dan sistem kesejahteraan sosial-ekonomi. Kajian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan lebih banyak mengedepankan pandangan para penulisnya, didukung oleh kajian atau penelitian-penelitian sebelumnya dari berbagai jurnal sebagai referensi pembanding atau penguat kajian ini, juga dengan memanfaatkan laporan-laporan dari sumber resmi lainnya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa faktor birokrasi, kurikulum, transformasi digital, dan kesejahteraan sosial-ekonomi berpengaruh signifikan terhadap kualitas para guru. Dengan demikian, kajian ini berkesimpulan bahwa keempat hal tersebut harus dibenahi, mulai dari reformasi birokrasi pada sektor pendidikan, implementasi kurikulum yang tidak membebani tugas administratif para guru, kemampuan para guru melaksanakan transformasi digital, serta peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi para guru. Diharapkan hasil kajian ini turut menjadi bahan referensi bagi penelitian selanjutnya, menjadi perhatian pemerintah dalam mengambil keputusan, serta menjadi salah satu acuan bagi para guru dalam meningkatkan kompetensinya.